26.6 C
Jakarta
Saturday, May 30, 2026
spot_img

Pengadaan Alutsista Dianggarkan Besar Tahun Ini dan 2027, Purbaya: Jumlahnya Rahasia, Saya Bagian Bayar Aja

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah memastikan anggaran pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) akan kembali mendapat porsi besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini hingga 2027. Kendati demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tidak mau menyebut angka untuk anggaran pertahanan. Dia mengaku tinggal mengucurkan jumlah yang telah dianggarkan.

“Tahun depan juga kita anggarkan juga cukup signifikan, tapi kalau anda tanya jumlahnya kan rahasia juga. Tapi akan kita berkuat terus darat lautan udaranya, saya kan bagian bayar saja, kita bayar,” kata Menteri Purbaya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026.

Dia mengaku setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto ketika menyerahkan enam pesawat tempur Dassault Rafale, satu pesawat Airbus A400M Atlas MRTT, empat pesawat Dassault Falcon 8X, hingga Radar GCI GM403 ke Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lanud Halim.

Prabowo menegaskan pentingnya penguatan pertahanan nasional sebagai kunci menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. Apalagi dihadapkan dengan situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.

“Jadi kan di tengah uncertainty seperti sekarang, memang apa kata Bapak Presiden betul, kita harus jaga kemampuan pertahanan kita,” ungkap Purbaya.

Meski demikian, Purbaya memastikan penguatan anggaran pertahanan tidak akan mengganggu stabilitas fiskal pemerintah. Ia mengatakan seluruh perhitungan sudah dilakukan, termasuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali.

“Itu kan udah dihitung dengan ini. Dengan ini sudah kita hitung, anggarannya di bawah 3%, defisitnya di bawah persen untuk PDB,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alutsista kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin pagi.

Adapun senjata baru itu adalah 6 pesawat tempur Dassault Rafale, 1 pesawat Airbus A400M Atlas MRTT, 4 pesawat Dassault Falcon 8X, Radar GCI GM403, dan sistem persenjataan modern Missile Meteor dan Smart Weapon Hammer.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan, penambahan alutsista ini menjadi tonggak kekuatan pertahanan.

“Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri. Tapi kita lihat kondisi dunia geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas. Jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, pemerintah ke depan akan terus membangun kekuatan pertahanan nasional, baik di wilayah udara, laut, maupun darat.

“Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” tandasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles