32.9 C
Jakarta
Monday, March 16, 2026
spot_img

459 Ribu Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, 3,2 Juta Lagi Menyusul: Puncak Arus Mudik Diprediksi 18–20 Maret

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sebanyak 459.570 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta pada awal periode arus mudik Lebaran 2026. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari proyeksi total kendaraan yang diperkirakan akan keluar dari ibu kota selama masa mudik tahun ini.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Ia menjelaskan, pergerakan kendaraan memang mulai meningkat sejak pertengahan Maret, namun puncak arus mudik diperkirakan belum terjadi.

“Hingga hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Sabtu (14/3/2026), yang keluar dari Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan, dari proyeksi total kendaraan yang keluar sekitar 3.671.028 kendaraan, berarti masih ada sekitar 3,2 juta kendaraan atau kurang lebih 76,9 persen yang belum bergerak,” kata Faizal saat memberikan keterangan pers di Command Center Korlantas Polri di Cikampek, Jawa Barat, dikutip Senin (16/3/2026).

Ia mengatakan mayoritas kendaraan yang keluar dari Jakarta didominasi kendaraan pribadi yang menuju wilayah timur, khususnya melalui jalur Tol Trans Jawa.

Selain kendaraan pribadi, sebagian kendaraan logistik juga masih bergerak menuju wilayah barat seperti Merak dan Bakauheni, meskipun jumlahnya tidak sebesar arus kendaraan pribadi pemudik.

Korlantas Polri memprediksi lonjakan terbesar arus mudik akan terjadi pada 18 hingga 20 Maret 2026. Pada periode tersebut, jutaan kendaraan yang belum meninggalkan Jakarta diperkirakan mulai bergerak menuju berbagai daerah tujuan.

“Kemungkinan prediksi kami hari Rabu (18/3), Kamis (19/3), Jumat (20/3), itu akan terjadi lonjakan. Namun, tentunya kita tetap memantau perkembangan situasi dan anggota kami di seluruh jalur, baik itu di tol maupun arteri, tetap mengantisipasi,” ucapnya.

Polisi memprediksi peningkatan volume kendaraan akan mulai terasa sejak pertengahan pekan. Karena itu, berbagai rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way telah disiapkan untuk mengurai kepadatan di sejumlah ruas tol utama.

Selain itu, petugas juga telah disiagakan di berbagai titik rawan kemacetan serta jalur utama mudik untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar selama periode libur Lebaran.

Ia juga menyampaikan dinamika lain selama pelaksanaan Operasi Ketupat berkaitan dengan angka kecelakaan lalu lintas. Secara jumlah kejadian terjadi peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, tingkat fatalitas atau korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu untuk kejadian laka lantas ada peningkatan 4,8 persen dibandingkan 2025. Kemudian untuk yang meninggal dunia atau fatalitasnya turun 45 persen,” jelas Faizal.

Ia menambahkan wilayah Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi selama periode awal arus mudik. Pihaknya telah meminta jajaran kepolisian di wilayah tersebut meningkatkan mitigasi di sejumlah titik rawan, terutama jalur arteri dan kawasan pusat aktivitas masyarakat.

Pengawasan terhadap kondisi kendaraan dan pengemudi juga diperketat melalui kegiatan ramp check di sejumlah titik strategis. Kegiatan tersebut, kata Faizal, dimulai di KM 81 dengan melibatkan petugas dari kepolisian, perhubungan, dan dinas kesehatan.

“Terhitung mulai hari ini kami melakukan kegiatan ramp check di KM 81 untuk mengantisipasi pengemudi yang tidak dalam kondisi fit serta melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, dan pemeriksaan kendaraan,” ujarnya.

Untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026, Polri menggelar Operasi Ketupat 2026 selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Korlantas juga meningkatkan pengamanan di rest area sepanjang jalur mudik.

Faizal menerangkan sebanyak enam satuan tugas terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat, termasuk Satgas Tindak dan Satgas Gakkum. Petugas juga memberdayakan sistem pengamanan internal di rest area seperti petugas keamanan setempat.

Operasi ini melibatkan ribuan personel yang ditempatkan di berbagai jalur transportasi utama, termasuk jalan tol, jalur arteri, terminal, pelabuhan, dan bandara.

Pemerintah dan aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan waktu keberangkatan secara bijak, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan mudik.

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles