27.3 C
Jakarta
Monday, June 15, 2026
spot_img

Megawati Soroti Aksi TNI-Polri saat Amankan Demo, Tegaskan Dukungan Demokrasi untuk Mahasiswa: “Jangan Takut Suarakan Pendapat!”

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan dukungannya terhadap kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Pernyataan tersebut disampaikan saat menanggapi aksi demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa dari BEM UI di kawasan Bundaran HI, pada Jumat (12/6/2026) lalu.

Menurut Megawati, mahasiswa adalah bagian warga negara yang tidak perlu takut menyuarakan aspirasi atau pendapatnya di ruang publik dalam negara demokrasi

“Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir, ini sopo toh yo?” ujar Megawati, saat memberikan pidato dalam acara peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).

Presiden kelima RI itu juga turut mempertanyakan alasan di balik pengerahan aparat dalam jumlah besar untuk mengawal demonstrasi mahasiswa. Padahal, kata dia, apa yang perlu ditakuti dari penyampaian pendapat mahasiswa yang juga merupakan warga negara Indonesia.

“Terus saya tuh mikirnya begini, mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia?” ucapnya.

Menurut dia, mahasiswa adalah bagian dari warga negara yang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, mahasiswa tidak perlu takut dengan TNI-Polri yang berupaya mencegahnya.

Megawati bahkan menegaskan dirinya tidak gentar menyampaikan pendapat di ruang publik. Dia bahkan menantang aparat kepolisian menangkap dirinya, jika pernyataannya tersebut dianggap bermasalah.

“Nah, saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!” ucap Megawati.

Megawati juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk meneladani keberanian dari mahasiswa dalam menyuarakan pendapatnya, tanpa harus mengkhawatirkan rasa takut di negara Demokrasi ini. Ia pun menekankan pentingnya mentalitas merdeka yang harus dimiliki seluruh warga negara.

Pada kesempatan tersebut, Megawati juga menegaskan bahwa dirinya bukan musuh Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Megawati, hubungan persahabatan yang terjalin lama dengan Prabowo tidak seharusnya dibenturkan dengan dinamika politik. “Pak Prabowo sama saya bersahabat. Tapi kan harusnya dipisahkan, bersahabat ya bersahabat, tapi berpolitik kita bisa untuk apa? Untuk demokratisasi. Tapi, saya bukan musuh dia, itu teman saya,” ujar Megawati.

Ia meminta publik tidak mudah percaya pada anggapan yang menyebut dirinya berseberangan dengan Prabowo.

Dia bahkan mengingatkan momen kebersamaan mereka saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

“Itu teman saya. Kamu lihat toh waktu 1 Juni? Aku kan gandengan sama dia, ketawa-ketawa. Ayo, apa artinya? Enggak ada (permasalahan),” kata Megawati.

Megawati kemudian menyinggung adanya pihak-pihak yang berupaya membenturkan dirinya dengan Prabowo.

Menurut dia, narasi tersebut tidak seharusnya dibangun karena hubungan pribadi dan sikap politik adalah dua hal yang berbeda.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles