PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kecelakaan beruntun melibatkan sebuah bus antarkota milik PO Haryanto dan lima mobil pemudik terjadi di ruas Jalan Tol Batang–Semarang tepatnya di KM 361+600 jalur A, wilayah Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2026) sore. Insiden tersebut memicu kemacetan kendaraan hingga sekitar tiga kilometer di jalur arah Semarang.
Kecelakaan yang melibatkan total enam kendaraan itu terjadi sekitar pukul 15.45 WIB saat arus lalu lintas mulai meningkat menjelang musim mudik Idul Fitri. Sebuah bus Hino milik PO Haryanto dilaporkan menabrak lima kendaraan pribadi yang merupakan mobil pemudik.
Kasatlantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, seluruh kendaraan yang terlibat merupakan kendaraan pemudik yang tengah melaju dari arah Jakarta menuju Semarang karena bertepatan dengan gelombang pertama puncak arus mudik Lebaran pada 14-15 Maret 2026.
“Benar, ada kecelakaan lalu lintas di Tol Batang yang melibatkan enam kendaraan. Tidak ada korban jiwa, namun satu orang mengalami luka ringan. Posisinya saat itu kendaraan pemudik sudah mengantre. Memang hari ini merupakan puncak gelombang pertama arus mudik tanggal 14 sampai 15,” kata Eka pada Minggu, (16/3/2026) malam.
Eka mengatakan, kecelakaan itu terjadi di jalan dengan kontur datar dan lurus, cuaca pun cerah.
“Sopir bus yang melaju dari arah barat ke timur di lajur kiri itu tidak dapat mengendalikan kendaraan, kemudian menabrak kendaraan di depannya,” kata AKP Eka, Minggu malam.
Bus tersebut pertama kali menabrak mobil Wuling Alvez yang dikemudikan Hari Mulyono (50), warga Duren Sawit, Jakarta Timur.
Setelah benturan awal, bus kemudian oleng ke kanan dan menabrak sejumlah kendaraan lain yang berada di depannya.
Eka menjelaskan, berdasarkan data kepolisian, kendaraan yang terlibat dalam tabrakan tersebut terdiri dari Toyota Innova F 1434 QJ yang dikemudikan Witanto (45), warga Kabupaten Sukabumi; Toyota Innova B 2387 EGX yang dikemudikan Rasim Yudiasmita (53), warga Kota Depok; Suzuki XL7 S 1599 CF yang dikemudikan Abdul Hadi Mawardi (45), warga Kabupaten Bojonegoro; serta mobil listrik Chery B 1194 BDV yang dikemudikan Putu Devi Narasari (27), warga Kota Denpasar.
Menurut Eka, proses evakuasi kendaraan sempat mengalami kendala karena jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan cukup banyak.
Mobil derek bahkan harus bolak-balik masuk ke jalur A untuk mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Kondisi kemacetan yang cukup panjang juga membuat kendaraan derek ikut terjebak antrean sehingga proses evakuasi memerlukan waktu lebih lama.
Setelah seluruh kendaraan berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, kendaraan yang terlibat kecelakaan dibawa keluar tol menuju kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) untuk penanganan lebih lanjut.
Eka memastikan kondisi lalu lintas di ruas tol tersebut kini berangsur normal kembali setelah sempat mengalami pelambatan.
“Saat malam arus lalu lintas sudah kembali lancar,” tuturnya.
Selain itu, Eka juga menyebut kerugian materi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan sekitar Rp 15 juta.
Ia juga mengimbau agar para pengendara untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan kendaraan terutama saat arus lalu lintas meningkat selama periode mudik Lebaran.
Sebagai informasi, ruas Jalan Tol Batang–Semarang sendiri merupakan salah satu bagian dari jaringan Jalan Tol Trans‑Jawa yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa dan kerap menjadi jalur utama perjalanan mudik Lebaran.




