27.4 C
Jakarta
Monday, April 6, 2026
spot_img

Kemenhan Tegaskan Rencana Pembelian Jet Tempur KF-21 Boramae dari Korsel Masih Tahap Penjajakan

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia menegaskan bahwa rencana pembelian pesawat tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan hingga saat ini masih berada dalam tahap penjajakan dan belum memasuki keputusan final.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh terkait rencana pengadaan tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa rencana terkait pesawat tempur KF-21 Boramae saat ini masih berada pada tahap penjajakan. Belum terdapat keputusan final mengenai jumlah maupun skema pengadaannya,” ujar Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (2/4/2026), dilansir Antara.

Pernyataan itu disampaikan Rico menanggapi isu yang menyebut bahwa Korea Selatan telah menyiapkan 16 unit pesawat KF-21 sesuai permintaan Indonesia. Meski demikian, ia tidak menampik kemungkinan kontrak pembelian pesawat hasil kerja sama kedua negara tersebut dapat segera ditandatangani dalam waktu dekat.

Kemenhan juga menekankan bahwa realisasi pembelian akan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran negara serta kebutuhan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Realisasi kontrak pengadaan akan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran negara serta hasil kajian menyeluruh terhadap kebutuhan operasional TNI. Saat ini, kebutuhan anggaran masih dalam proses perhitungan dan evaluasi,” ujarnya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Indonesia berencana membeli sekitar 16 unit pesawat, lebih sedikit dibanding rencana awal yang mencapai 48 unit akibat adanya pertimbangan anggaran.

Sebagai informasi, Indonesia sebelumnya telah terlibat dalam proyek pengembangan KF-21 bersama Korea Selatan. Pesawat ini merupakan jet tempur generasi 4,5 dengan kemampuan semi-siluman yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries.

Keterlibatan Indonesia dalam proyek tersebut menjadi salah satu faktor penting yang turut dipertimbangkan dalam rencana pengadaan.

Namun pemerintah menegaskan bahwa setiap langkah dalam pengadaan alutsista strategis akan dilakukan secara hati-hati dan terukur, dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan pertahanan, kemampuan fiskal, serta kepentingan nasional jangka panjang.

Dengan demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait realisasi pembelian pesawat tempur KF-21 Boramae oleh Indonesia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles