25.9 C
Jakarta
Wednesday, April 8, 2026
spot_img

Biji Plastik Langka, Dirut Bulog Pastikan Stok Kemasan Beras masih Aman

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan ketersediaan kemasan beras nasional tetap aman meskipun muncul kekhawatiran terkait kelangkaan bahan baku plastik akibat dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya masih memiliki stok kemasan plastik yang mencukupi untuk mendukung operasional distribusi beras kepada masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

“Kebetulan Bulog masih ada stoknya untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan plastik itu,” ujar Rizal.

Rizal menjelaskan bahwa meskipun isu kelangkaan biji plastik tengah menjadi perhatian, kondisi tersebut belum berdampak langsung terhadap kegiatan Bulog.

Stok kemasan yang tersedia dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan distribusi dalam waktu dekat.

Ia menekankan bahwa sebagian besar beras yang dikelola Bulog merupakan bagian dari program pelayanan publik (public service obligation/PSO), sehingga keberlanjutan distribusi kepada masyarakat menjadi prioritas utama.

“Produk Bulog itu untuk rakyat, bukan untuk jual, dan sementara ini stok kemasan masih tersedia,” katanya.

Walaupun kondisi saat ini masih terkendali, namun Bulog juga mulai menyiapkan langkah antisipasi guna menghadapi potensi gangguan pasokan bahan baku plastik di masa mendatang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan distribusi beras nasional.

Selain itu, pengadaan kemasan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), termasuk kemasan beras ukuran 2 kilogram, dipastikan tetap berjalan. Hal ini karena kontrak pengadaan telah dilakukan sejak awal tahun anggaran.

“Nah itu, kan sudah kontrak, kan mereka sudah kontrak sesuai dengan tahun. Biasanya program di awal tahun. Itu sudah kontrak di awal tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rizal menyebut bahwa persoalan terkait bahan baku plastik berada dalam kewenangan Kementerian Perindustrian. Oleh karena itu, Bulog tidak memiliki otoritas untuk memberikan penjelasan teknis secara mendalam terkait pasokan biji plastik.

Meski demikian, Bulog tetap memantau perkembangan situasi dan memastikan operasional distribusi pangan tidak terganggu.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2026, Bulog mendapat penugasan menyalurkan beras SPHP sebesar 828 ribu ton guna menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional. Program ini umumnya disalurkan dalam kemasan 5 kilogram, dengan pengembangan kemasan 2 kilogram untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Selain itu, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Distribusi yang sempat tertunda selama Ramadan dan Idulfitri kini kembali dilanjutkan dan ditargetkan selesai pada akhir April 2026.

Dengan kondisi stok kemasan yang masih aman serta langkah antisipatif yang telah disiapkan, Bulog optimistis distribusi beras nasional tetap berjalan lancar di tengah tekanan eksternal pada sektor industri pendukung.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles