31.1 C
Jakarta
Friday, May 8, 2026
spot_img

Jakarta Terancam Macet Total saat May Day di Monas Besok, 200 Ribu Buruh Datang dengan 4.000 Bus, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalin

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Ibu kota diperkirakan mengalami kepadatan lalu lintas signifikan hingga berpotensi macet total saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026. Sekitar 200 ribu buruh dijadwalkan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), dengan mobilisasi menggunakan ribuan armada bus.

Massa buruh tersebut berasal dari sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Banten. Mereka akan berkumpul di pusat Ibu Kota untuk memperingati Hari Buruh

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Ditlantas dari sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten hingga Lampung yang dipimpin Korlantas Polri.

“Rekayasa yang sudah kami lakukan, kami sudah mengatur rute perjalanan, baik saudara kita datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, sampai dengan Lampung, kita sudah atur flow mengarah ke Monas, termasuk kantong-kantong parkir bus yang akan digunakan,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, Kamis (30/4/2026).

“Diperkirakan sampai dengan data terakhir yang kami terima, 200 ribu lebih buruh yang akan ke Monas dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik Jakarta,” sambungnya.

Ia menyebut, pergerakan massa diprediksi membuat lalu lintas Jakarta cukup padat, terlebih momen May Day bertepatan dengan libur panjang.

Selain itu, sekitar 4.000 bus diperkirakan akan bergerak menuju Jakarta untuk mengangkut para buruh. Meski demikian, polisi berupaya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Besok Jakarta akan cukup padat. Namun demikian, kami akan berupaya agar seluruh aktivitas bisa berjalan walau ada perlambatan,” ujarnya.

Untuk peserta dari Jawa Barat dan Bekasi, kantong parkir disiapkan di JIExpo Kemayoran dan Jalan Benyamin Sueb.

Sementara peserta dari Jawa Tengah dan Jawa Timur akan diarahkan parkir di Aldiron Pancoran usai melakukan drop off di Monas.

Sedangkan massa dari Banten, Lampung, Tangerang dan sekitarnya akan menggunakan kantong parkir di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), termasuk Parkir Timur dan area Asia Afrika.

Selain itu, polisi juga menyiapkan kantong parkir cadangan di wilayah Jakarta Utara dan sekitar Ancol apabila lokasi utama tidak mencukupi.

Terkait pengaturan lalu lintas, Komarudin mengatakan rekayasa akan diterapkan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Penutupan maupun pengalihan arus akan dilakukan jika kepadatan meningkat signifikan.

“Rekayasa arus lalu lintas kami lakukan secara situasional ya. Rekayasa-rekayasa ini mulai dari pengalihan ataupun penutupan sekiranya memang nanti akan ada ruas-ruas jalan yang padat, volumenya cukup berat, maka kami akan lakukan pengalihan atau bahkan penutupan sekiranya itu diperlukan,” sebutnya.

Dia menyiapkan beberapa zona sebagai indikator diterapkannya rekayasa lalu lintas. Zona tersebut yang akan dilihatnya apakah perlu dilakukan rekayasa lalu lintas atau tidak.

“Ya kami berharap kita tetap bermain di zona hijau, artinya bahwa seluruh ruas jalan bisa tetap digunakan untuk sirkulasi pergerakan baik kendaraan roda dua, roda empat, dan bus peserta yang nanti akan masuk,” ucapnya.

Sementara zona kuning dilakukan apabila ruas sekitar Monas terjadi kepadatan. Maka, rekayasa akan dilakukan mulai dari Sarinah, Tugu Tani, dan Harmoni.

“Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama,” jelasnya.

Komarudin menegaskan seluruh peserta yang menggunakan kendaraan roda dua tetap wajib tertib berlalu lintas. Polisi juga memastikan sistem tilang elektronik atau ETLE tetap diberlakukan selama peringatan May Day berlangsung.

“Untuk ETLE tetap berlaku. Ini juga merupakan salah satu sarana untuk mengantisipasi pelanggaran-pelanggaran yang akan berdampak terhadap kelancaran masyarakat di Jakarta,” ujarnya.

Sebanyak 1.793 personel lalu lintas akan dikerahkan dan disebar di sejumlah titik. Berdasarkan informasi yang diterima, buruh yang datang ke Jakarta dimulai sejak pagi.

Komarudin juga mengimbau masyarakat yang hendak berwisata selama libur panjang mempertimbangkan kembali rute perjalanan, terutama menuju kawasan Kota Tua dan Ancol yang diprediksi beririsan dengan arus massa May Day.

“Oleh karena itu, mohon kerja sama dari seluruh pengguna jalan yang besok akan beraktivitas. Selain informasi kemungkinan kepadatan, mohon ikuti petunjuk dan arah yang diberikan oleh petugas kami nanti di lapangan,” tandasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles