PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kawasan wisata Puncak kembali dipadati wisatawan selama libur panjang (long weekend) Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Lonjakan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan pegunungan tersebut memicu kepadatan lalu lintas sejak pagi hari.
Berdasarkan data kepolisian, lebih dari 13 ribu kendaraan telah memasuki kawasan Puncak hingga pukul 09.00 WIB pada hari pertama libur panjang. Lonjakan ini terjadi seiring tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke kawasan berhawa sejuk tersebut.
Pada Minggu (3/5/2026), kepolisian memberlakukan sistem satu arah (one way) menuju Jakarta untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Meski kebijakan one way diterapkan, antrean kendaraan tetap terjadi di sejumlah titik krusial. Kepadatan terpantau di depan Pasar Cisarua, Simpang Megamendung, Simpang Pasir Muncang, hingga akses menuju Tol Jagorawi.
Kemacetan paling parah terlihat di ruas Tol Jagorawi. Antrean kendaraan mengular dari simpang susun Ciawi hingga Simpang Gadog dengan panjang mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Kepadatan terjadi akibat pertemuan arus kendaraan dari arah Puncak, Tol Bocimi, dan kawasan Ciawi. Kondisi ini menyebabkan laju kendaraan melambat bahkan sempat terhenti.
Selain itu, penyempitan jalur turut memperparah kemacetan. Kendaraan yang semula melaju di dua lajur harus bergantian menjadi satu lajur di titik tertentu.
Di jalur arteri, hambatan arus juga terjadi di Simpang Megamendung dan Pasir Muncang. Kendaraan dari jalur utama harus berbagi dengan arus dari jalur alternatif, sehingga menimbulkan perlambatan.
Kepadatan juga terjadi di depan Pasar Cisarua akibat aktivitas warga setempat. Antrean kendaraan di kawasan ini dilaporkan mencapai sekitar 1,5 kilometer hingga menuju Simpang Taman Safari Indonesia (TSI).
Lonjakan pengunjung ke sejumlah destinasi wisata favorit turut memperparah situasi. Beberapa lokasi yang menjadi tujuan utama wisatawan di antaranya Cimory Dairyland, Enchanting Valley, Royal Safari Garden, serta Taman Safari Indonesia. Situasi ini bukan hanya berdampak pada waktu tempuh, tetapi juga kenyamanan selama perjalanan.
Petugas kepolisian terlihat berjaga di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas. Mereka melakukan pengalihan arus serta membantu mengurai kepadatan yang terjadi. Pengendara pun diimbau untuk tetap bersabar, menjaga jarak aman, dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.
Dengan kondisi tersebut, rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah diprediksi masih akan terus diberlakukan secara situasional.



