PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatat pendapatan sebesar Rp812 miliar sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan kawasan Gelora Bung Karno (GBK) selama 63 tahun terakhir.
Peningkatan pendapatan itu diumumkan manajemen PPKGBK berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp566 miliar pada 2024.
Capaian ini semakin memperkuat momentum optimalisasi aset negara , termasuk melalui penataan Blok 15 yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi negara serta masyarakat.
Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari optimalisasi pengelolaan aset negara dan pemanfaatan kawasan GBK untuk berbagai kegiatan nasional maupun internasional.
“Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik,” ujar Rakhmadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (17/5/2026).
Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi, menambahkan pendapatan GBK pada 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode pascapandemi COVID-19.
“Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,” tutur Hendry.
Menurut PPKGBK, lonjakan pendapatan ditopang oleh meningkatnya aktivitas olahraga, konser musik, pameran, kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), hingga berbagai agenda publik berskala nasional ataupun internasional.
Ke depan, PPKGBK berharap kinerja positif tersebut dapat semakin diperkuat melalui penataan dan optimalisasi Blok 15.
Dalam pelaksanaannya, PPKGBK berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait lainnya. Koordinasi ini dilakukan agar seluruh proses terkait Blok 15 berjalan tertib, aman, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



