29.1 C
Jakarta
Friday, June 26, 2026
spot_img

Daya Saing Indonesia Anjlok ke Peringkat 48, Pemerintah Cek Penyebabnya

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Peringkat daya saing Indonesia kembali mengalami penurunan dalam laporan terbaru IMD World Competitiveness Ranking (WCR) 2026. Indonesia kini berada di posisi ke-48 dari 70 negara yang dinilai, turun delapan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-40.

Penurunan tersebut menjadi perhatian serius karena dalam beberapa tahun sebelumnya Indonesia sempat menunjukkan tren positif. Pada 2024, Indonesia bahkan mencatatkan capaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam pemeringkatan IMD dengan menempati posisi ke-27 dunia. Namun, tren tersebut berbalik dalam dua tahun terakhir hingga akhirnya turun ke posisi ke-48 pada 2026.

Dalam laporannya, IMD menyebutkan sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia tahun ini. “Konfrontasi ekonomi global mengancam keamanan energi nasional; pertumbuhan ekonomi yang cukup stagnan; penyesuaian alokasi anggaran pemerintah; infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusia yang tidak memadai; ketersediaan sumber pendanaan yang terbatas,” demikan tertulis dalam IMD World Competitiveness Booklet 2026, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.

Ada empat kriteria utama yang dinilai IMD, yaitu kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, serta infrastruktur.

Indonesia berada di peringkat 24 dengan skor 59,9 untuk kinerja ekonomi. Untuk efisiensi pemerintah, Indonesia berada di peringkat 38 dengan skor 55,1.

Kemudian, Indonesia berada di peringkat 50 dengan skor 40,9 untuk efisiensi bisnis. Sementara untuk infrastruktur, Indonesia mendapat skor 31,9 dan berada di peringkat 58.

Di tingkat regional, posisi Indonesia di kawasan Asia Pasifik juga melemah menempati posisi kedua terendah yaitu peringkat 14 dari 15 negara yang dinilai. Sementara pada kelompok negara dengan jumlah penduduk di atas 20 juta jiwa, Indonesia Indonesia berada di peringkat 21 dari 32 negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah tengah menelaah berbagai indikator yang digunakan dalam penilaian laporan IMD World Competitiveness Ranking (WCR) 2026.

Airlangga mengatakan akan mencari tahu penyebab merosotnya posisi daya saing Indonesia.

“Ya nanti kita teliti lagi masalahnya di mana. Kan kita ada persiapan untuk tim di bottlenecking. Jadi kita akan lihat aja dari sana,” ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (24/6/2026).

Airlangga menilai, salah satu aspek yang menjadi perhatian utama dalam daya saing nasional yakni di sektor energi, terutama pasokan listrik. Negara dianggap iklim usahanya baik apabila sektor energi dijadikan pondasi utama dalam aktivitas ekonomi, mulai dari sektor manufaktur, transportasi, hingga jasa.

“Nah ya tentu negara dianggap iklimnya baik kalau energi sebagai infrastruktur utama untuk apapun. Apakah itu untuk manufaktur, apakah itu untuk sektor transportasi, jasa. Nah itu stabil, makanya ada kriteria level 1 sampe level 4,” jelas Airlangga.

Airlangga menilai Indonesia memiliki peluang memperbaiki posisi karena memiliki potensi energi baru dan terbarukan atau renewable energy yang kini menjadi daya tarik investor global.

“Kebetulan Indonesia sedang diminati karena kita punya renewable energy,” imbuh Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga telah memperoleh berbagai masukan dari proses peninjauan bersama sejumlah lembaga internasional, termasuk Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yang dinilai menunjukkan persoalan yang relatif sama dengan hasil survei IMD.

“Nah tentu kita akan pick and choose aja kalau yang masalah ini. Toh, ini juga kemarin dalam review termasuk juga dengan sektoral OECD maupun dengan berbagai negara lain. Nah kita mendapatkan beberapa isu yang muncul, isunya nggak terlalu beda,” ujar Airlangga.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles