PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pimpinan DPR RI bersama jajaran komisi yang membidangi pertahanan dan keamanan menggelar rapat dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pertemuan tersebut membahas kesiapan keamanan dan ketertiban menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Pertemuan itu digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026), di ruangan pimpinan DPR RI.
Selain itu, rapat juga dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Adapun rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan Sufmi Dasco Ahmad itu digelar secara tertutup.
Sesuai rapat, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk situasi Kamtibmas dan maraknya hoaks aksi demonstrasi.
“Terima kasih para insan media, jadi tadi membahas tentang isu-isu strategis. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat,” kata Agus Subiyanto kepada wartawan.
Meski begitu, Agus tak menjelaskan berita yang dimaksud. Namun, menurut dia, saat ini banyak kabar hoaks yang masif dan beredar di masyarakat.
Agus mengatakan, selain melakukan koordinasi antara TNI dan Polri, aparat juga berkoordinasi dengan elemen masyarakat lainnya agar pelaksanaan persiapan pengamanan 17 Agustus 2026 dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kita juga berkoordinasi dengan kepolisian dan elemen masyarakat lainnya supaya dalam pelaksanaan kegiatan pengamanannya bisa berkolaborasi,” ujarnya.
Meski demikian, Agus Subiyanto belum membeberkan secara detail jumlah personel yang akan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah agenda pada Agustus 2026.
Menurutnya, kebutuhan personel dan pola pengamanan masih dalam tahap pembahasan bersama Polri dan instansi terkait lainnya.
“Jadi tiap wilayah kita siapkan pengamanan. Tentunya secara POS (prosedur operasional standar) kita membantu kepolisian,” katanya.
Persiapan pengamanan dilakukan di sejumlah wilayah dengan menyesuaikan agenda yang akan berlangsung. TNI akan membantu kepolisian sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) yang berlaku.
Sementara itu, Mensesneg juga menyampaikan rapat yang membahas keamanan dan ketertiban itu juga diarahkan untuk persiapan Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026 di kompleks parlemen yang akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pada prinsipnya, dia memastikan bahwa semua hal disiapkan dengan sebaik-baiknya. Menurut dia, Kapolri dan Panglima pun akan menyiapkan hal-hal teknis pengamanan dengan baik.
“Tetapi semuanya oke, ya, semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Kan tentu itu bagian dari tanggung jawab kita bersama-sama semua,” kata Prasetyo.



