PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, kembali dipercaya mengemban jabatan strategis di Bank Dunia (World Bank) sebagai Independent Co-Chair dalam proses pengisian kembali pendanaan International Development Association (IDA) ke-22 atau IDA22, forum strategis yang akan menentukan arah pembiayaan bagi negara-negara termiskin di dunia hingga 2031.
Penunjukan yang diumumkan pada Rabu (5/8/2026) itu menjadi pengakuan atas kapasitas Sri Mulyani di tingkat internasional. Bank Dunia menegaskan, ia terpilih melalui proses seleksi yang ketat dari daftar kandidat pendek (shortlist) yang disusun komite pencarian beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Sebagai gambaran, IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah, dengan menyediakan pinjaman berbunga nol atau rendah, serta hibah kepada berbagai negara untuk membiayai proyek dan program yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.
“Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan bagi IDA22 di kalangan negara donor maupun negara peminjam,” tulis Bank Dunia dalam keterangan resminya.
Beberapa cara yang dilakukan diketahui meliputi penyaluran pinjaman dengan bunga rendah atau bahkan nol persen, dan hibah. Hibah tersebut akan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan negara, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin.
Sepanjang perjalanannya sejak 1960, lembaga ini sudah menggelontorkan dana investasi lebih dari 632 miliar dolar AS, setara Rp11.356 triliun, ke 115 negara di dunia.
Dalam menjalani tugas tersebut, Sri Mulyani tidak sendirian. Paschal Donohoe, yang menjabat Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Bank Dunia, akan mendampinginya.
Siklus pengisian kembali dana IDA22 akan secara resmi diluncurkan dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.
Sementara itu, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan diperkirakan berlangsung pada Desember 2027.
IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga 2031.
Bank Dunia menilai Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional.
Pengalaman sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia, ditambah kiprahnya sebagai Managing Director sekaligus Chief Operating Officer (COO) World Bank Group periode 2010-2016, menjadi modal penting dalam mengawal agenda pembiayaan global tersebut.
Saat ini, Sri Mulyani juga tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford. Rekam jejaknya di tingkat internasional semakin lengkap dengan berbagai pengakuan global, termasuk masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.



