28 C
Jakarta
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Penjualan Mobil Naik 32,9 Persen, Menkeu Yakin Daya Beli Domestik Masih Kuat

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis daya beli masyarakat Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi domestik yang menunjukkan tren positif, salah satunya lonjakan penjualan mobil yang tumbuh 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026. Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menghadiri pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2026).

Menurut Menkeu, peningkatan penjualan kendaraan bermotor menjadi sinyal bahwa permintaan domestik masih solid dan konsumsi masyarakat tetap terjaga meski perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan.

“Penjualan mobil tumbuh 32,9 persen secara tahunan, sementara penjualan sepeda motor naik 1,1 persen. Ini menunjukkan permintaan domestik tetap terjaga,” ujar Purbaya.

Ia mengatakan pemerintah terus memantau berbagai indikator ekonomi sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan fiskal yang responsif terhadap perkembangan ekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar,” ujar Purbaya.

Tak hanya sektor otomotif, sejumlah indikator ekonomi domestik lainnya juga menunjukkan tren penguatan. Penjualan semen domestik pada Juni 2026 tercatat tumbuh 13,5% (yoy), mencerminkan aktivitas konstruksi dan investasi yang masih bergairah.

Di sisi lain, konsumsi listrik meningkat 10,8% (yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan penggunaan listrik di berbagai segmen, mulai dari rumah tangga sebesar 12,3%, sektor bisnis 10%, hingga sektor industri 6,5%.

Aktivitas konsumsi masyarakat juga tercermin dari indeks konsumsi ritel yang terus meningkat hingga mencapai level 123,3. Menurut Purbaya, berbagai indikator tersebut menunjukkan fondasi ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang solid.

Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif agar permintaan domestik tetap menjadi motor utama perekonomian nasional.

Bendahara negara juga menyoroti pentingnya peran industri otomotif sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional.

Menurutnya, industri ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

“Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional,” tuturnya.

Dengan berbagai indikator ekonomi yang masih menunjukkan tren positif, pemerintah optimistis konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles