28.4 C
Jakarta
Thursday, August 6, 2026
spot_img

Update Gempa M5,3 Pangandaran: Guncangan Terasa di Bandung hingga Tasikmalaya, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu, (5/8/2026) pukul 21.55 WIB.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada di laut sekitar 79 kilometer barat daya Pangandaran pada koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur dengan kedalaman 18 kilometer.

“Pusat gempa berada di laut 79 km barat daya Kab. Pangandaran,” kata BMKG di laman resminya, Kamis (6/8/2026).

BMKG mencatat guncangan dengan intensitas III-IV MMI dirasakan di Kabupaten Sukabumi dan Kabandungan. Sementara itu, guncangan dengan intensitas III MMI dirasakan di Nagrak, Cilacap, Kalapanunggal, Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, dan Solokanjeruk.

Adapun wilayah yang merasakan gempa dengan intensitas II-III MMI meliputi Soreang, Kota Sukabumi, Ciwidey, Pangalengan, dan Banjarnegara.

Getaran dengan intensitas II MMI juga dirasakan di Sumedang, Ngamprah, Parongpong, Cihanjuang, Pelabuhanratu, dan Lembang.

Di Kota Tasikmalaya, sejumlah warga mengaku sempat panik karena guncangan berlangsung beberapa detik. Mereka berkumpul di area terbuka sambil menunggu informasi resmi dari BMKG mengenai kondisi gempa.

Sementara itu, KAI Daop 2 Bandung sempat menghentikan sementara sejumlah perjalanan kereta api sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tidak ada kerusakan pada jalur maupun fasilitas operasional akibat guncangan gempa.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai dan tidak ditemukan indikasi kerusakan, perjalanan kereta api kembali dioperasikan secara bertahap hingga akhirnya seluruh layanan kembali normal.

Hingga pagi ini gempa susulan terus terjadi usai gempa magnitudo (M) 5,3 mengguncang Pangandaran di Jawa Barat pada malam kemarin.

“Gempa susulan terjadi sekira pukul 07.11 WIB, 05.52 WIB, 05.28 WIB, 03.57 WIB,” tulis BMKG.

Darii catatan BMKG, besar kekuatan gempa susulan bervariatif, dari magnitudo 2,3 hingga magnitudo 3,1.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Imbauan agar tetap waspada karena Pangandaran merupakan daerah rawan bencana, terutama tsunami dan gempa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Hingga beberapa saat setelah gempa terjadi, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan di wilayah terdampak.

Tim BPBD, aparat pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman.

Di Pangandaran, aktivitas masyarakat secara umum masih berjalan normal. Namun, pemerintah daerah meminta warga, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan kawasan rawan bencana, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi gempa susulan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi tersebut. Warga diminta segera menuju area terbuka apabila merasakan guncangan kuat, menjauhi bangunan yang berpotensi roboh, serta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas.

Selain itu, masyarakat diimbau memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BMKG atau lembaga pemerintah agar tidak terpengaruh oleh hoaks mengenai gempa maupun potensi tsunami.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles