35.3 C
Jakarta
Friday, October 23, 2026
spot_img

Prabowo Respons Ancaman Potensi Downgrade MSCI untuk Bursa RI: “Bangsa Indonesia Tidak Takut Siapa Pun”

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan eksternal, termasuk rencana penyedia indeks pasar saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka kemungkinan menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market (pasar berkembang) menjadi standalone market (pasar mandiri). Jika ancaman itu benar-benar dilakukan, pasar modal Indonesia berpotensi kehilangan aliran dana asing yang sangat besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia menilai berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia tidak seharusnya membuat bangsa ini kehilangan keberanian maupun keyakinan dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

“Ada apa itu, macam-macam lah, ada MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar. Kita tidak takut, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak menyerah,” kata Prabowo dalam pembukaan sidang kabinet 2 tahun pemerintahannya.

Sebelumnya, ancaman MSCI terhadap Indonesia sempat mendorong IHSG jatuh lebih dari 15% dalam dua hari perdagangan, hingga kembali ke level terendah 6 tahun atau sejak pandemi Covid-19. Penurunan IHSG pada Jumat lalu, bahkan menjadi tekanan intraday terparah sejak krisis moneter 1998.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 0,6% hingga mencapai Rp 18.000 per dollar AS, level terlemah sejak Agustus.

MSCI menyatakan konsultasi mengenai reklasifikasi pasar Indonesia akan berlangsung sebelum keputusan final diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Selama proses tersebut, penyedia indeks global itu juga mempertahankan pembatasan terhadap sejumlah perubahan indeks terkait saham Indonesia.

Sejak awal tahun, IHSG telah turun 38,38% dengan total dana asing yang telah meninggalkan pasar saham tercatat mencapai Rp92,09 triliun. Bahkan IHSG menjadi indeks saham dengan performa terburuk, di antara 32 negara pembanding dari kawasan Asia, Amerika, Eropa, hingga Timur Tengah.

Sementara indeks saham lain di kawasan Asia seperti SET Thailand naik 23,5% sejak awal tahun, serta STI Singapura naik sekitar 17%.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles