PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Pada pukul 09.00 WIB, IHSG turun 2,49 persen ke level 5.195,47 dari penutupan sebelumnya di level 5.328,36.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 1,10 miliar saham diperdagangkan pada awal sesi dengan frekuensi transaksi mencapai 69.000 kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp513,78 miliar.
Mayoritas saham berada di zona merah. Sebanyak 502 saham terkoreksi, sedangkan 55 saham menguat dan 120 saham tidak mengalami perubahan harga.
Seluruh indeks sektoral berada di zona merah, meliputi sektor energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, industri, kesehatan, keuangan, properti, transportasi, dan teknologi.
Pada perdagangan Kamis ini, pelaku pasar akan mencermati sejumlah perkembangan penting dari dalam dan luar negeri. Mulai dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya, disertai sejumlah kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit perbankan.
Selain itu, pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, termasuk responsnya terhadap ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), turut menjadi perhatian investor.
Tekanan jual di pasar saham domestik masih berlanjut di tengah kekhawatiran investor terhadap potensi perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pernyataan terbaru dari presiden Prabowo terkait MSCI dan masih berlangsungnya aksi jual investor asing, berpeluang menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara dari eksternal, inflasi Inggris yang kembali meningkat dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis menjadi sentimen yang perlu dicermati.
Saat ini pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan reformasi pasar modal yang sedang dijalankan otoritas Indonesia, terutama terkait transparansi kepemilikan saham dan penegakan aturan perdagangan. Langkah-langkah tersebut menjadi perhatian menjelang keputusan akhir MSCI pada Juni 2027.



