PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengumumkan telah berhasil menghimpun donasi sebesar Rp155 miliar untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dana tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk anggaran internal Kemenag dan kontribusi lembaga filantropi Islam.
“Kami laporkan bahwa hari ini Alhamdulillah telah terkumpul dana sebesar Rp155 miliar. begitu banyaknya. Untuk membantu korban bencana alam di Sumatera,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, (2/12/2025).
Kamaruddin menyampaikan bahwa dana tersebut berasal dari beberapa pos, antara lain:
- Ditjen Bimas Islam: Rp10,4 miliar, dialokasikan untuk 49 Kantor Urusan Agama (KUA), 61 masjid, dan mushola terdampak.
- Ditjen Pendidikan Islam: Rp40,85 miliar, untuk mendukung pemulihan lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren.
- Lembaga filantropi Islam: Kontribusi signifikan dari Baznas Rp60 miliar, bantuan Forum Zakat (FOZ) Rp31,6 miliar, bantuan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) Rp11 miliar.
- Serta bantuan Kemenag Peduli Rp1,7 miliar.
Bantuan tersebut masih akan dilanjutkan melalui proses verifikasi agar penyalurannya tepat sasaran. Penggalangan dana juga masih terus dilakukan melalui kanal “Tanggap Darurat Kemenag”.
Kamaruddin memastikan seluruh dukungan dana tersebut akan disalurkan untuk membantu penanganan darurat serta pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Ia juga mengapresiasi solidaritas berbagai pihak yang bergerak cepat dalam membantu korban bencana. Untuk tahap awal, Kemenag telah menyalurkan bantuan lewat Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Donasi itu akan digunakan untuk keperluan mendesak para korban terdampak.
“Ini adalah wujud kepedulian kita bersama. Semoga bantuan ini meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” kata dia.
Adapun total donasi yang terkumpul diumumkan dalam acara Humas Kemenag Award 2025 yang digelar di Jakarta pada Senin, 1 Desember 2025.
Sebelumnya Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Sumatra. Ia mengapresiasi gerak cepat seluruh jajaran Kemenag, mulai dari Kanwil, Kankemenag, penyuluh agama, penghulu, hingga guru madrasah dan dosen PTKIN yang langsung turun membantu warga terdampak.
“Ini adalah wujud kepedulian kita bersama. Kemenag hadir tidak hanya dalam pelayanan keagamaan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan,” ujar Menag Nasaruddin.
Ia menegaskan bahwa dana tersebut akan digunakan tidak hanya untuk bantuan darurat, tetapi juga untuk pemulihan infrastruktur keagamaan dan pendidikan, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat pascabencana.
Salah satu fokus utama Kemenag adalah memastikan kelangsungan pendidikan di madrasah dan pesantren yang terdampak. Banyak lembaga pendidikan Islam mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor, sehingga membutuhkan bantuan untuk perbaikan gedung, pengadaan alat belajar, dan dukungan psikososial bagi siswa.
Selain itu, masjid dan mushola yang rusak juga menjadi prioritas untuk segera diperbaiki agar dapat kembali digunakan sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat.
Kemenag juga menggandeng berbagai pihak untuk memperluas jangkauan bantuan, termasuk:
- Baznas dan LAZ nasional
- Organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Persis
- Kementerian/Lembaga lain seperti BNPB dan Kementerian Sosial
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi bantuan dan memastikan bahwa seluruh wilayah terdampak mendapatkan perhatian yang merata.
Pengumpulan donasi sebesar Rp155 miliar oleh Kemenag menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dan kepedulian lintas sektor dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi bencana. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan, proses pemulihan di Sumatra diharapkan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.




