PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana (MW), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Pusat atas tragedi kebakaran maut yang melanda ruko milik perusahaannya di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebakaran yang terjadi pada Selasa, 9 Desember 2025 itu menewaskan 22 orang, termasuk seorang ibu hamil, dan melukai belasan lainnya.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 12.43 WIB di gedung kantor PT Terra Drone Indonesia. Api dengan cepat melalap bangunan yang terdiri dari beberapa lantai, menyebabkan para korban terjebak di dalam ruangan. Sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari 100 personel dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban.
Sebagian besar korban merupakan karyawan perusahaan yang tidak sempat menyelamatkan diri. Proses identifikasi jenazah dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan telah selesai pada 11 Desember 2025.
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi, termasuk MW, pihak kepolisian menetapkan MW sebagai tersangka pada Rabu, 10 Desember 2025.
“Kami tetapkan MW (Dirut Terra Drone) sebagai tersangka,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Kamis, (11/12/2025).
Penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang menunjukkan adanya unsur kelalaian dalam sistem keselamatan gedung.
Roby mengatakan bahwa MW dijerat dengan Pasal 187, 188, dan 359 KUHP, terkait dengan sengaja atau kealpaannya hingga menyebabkan kebakaran dan bencana lainnya hingga terjadi kematian.
“Kita kenakan Pasal 187,188, 359 KUHP,” ujarnya.
Ia menambahkan untuk ancaman hukuman bagi tersangka yaitu 5 hingga 12 tahun kurungan penjara.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyidikan masih terus berlanjut untuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab. Sementara itu, MW telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kejadian ini memicu keprihatinan publik terhadap standar keselamatan gedung perkantoran di ibu kota. Banyak pihak mendesak agar audit menyeluruh terhadap sistem keselamatan kebakaran di gedung-gedung tinggi segera dilakukan guna mencegah tragedi serupa terulang.




