25.2 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa di Cilincing

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Polda Metro Jaya menegaskan bahwa tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, (11/12/2025) pagi. Pernyataan ini disampaikan untuk membantah isu yang sempat beredar luas di media sosial mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam konferensi pers di RSUD Cilincing menyatakan bahwa dari total 22 korban, tidak ada satu pun yang meninggal dunia.

“Kami pastikan tidak ada korban jiwa. Semua korban telah mendapatkan penanganan medis yang intensif,” ujar Budi saat memberikan keterangan pers di RSUD Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, (11/12/2025) sore.

Ia meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi simpang siur terkait fatalitas kejadian tersebut.

Budi menegaskan bahwa publik sebaiknya memercayakan pembaruan informasi kepada kepolisian dan rumah sakit yang menangani para korban.

“Kita berharap kepada seluruh masyarakat jangan khawatir dan panik. Jangan menjadikan suatu informasi yang bias. Percayakan kepada Polda Metro Jaya, kami akan update informasi kejadian di Cilincing,” ucapnya.

Sampai saat ini, Budi menyebut ada kemungkinan tiga siswa yang menjadi korban masih harus menjalani rawat inap di RSUD Cilincing. Terkait detail kondisi siswa yang dirawat, polisi dan tim dokter masih memantau dampak benturan yang dialami para korban.

“Ada benturan, jadi kita masih melihat apakah ada pendarahan atau bagian tertentu. Dokter akan melakukan observasi, tim dokter Polri juga akan melakukan penanganan di RS Cilincing,” tambah Budi.

Budi pun menyebut polisi telah menerjunkan tim trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis siswa yang masih terguncang usai insiden tersebut.

“Polres Metro Jakarta Utara telah menyiapkan tim trauma healing kepada adik-adik ini yang syok karena kaget tiba-tiba mobil menyeruduk mereka,” tutur Budi.

Senada dengan itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Muniarsi Hutapea, juga menegaskan bahwa seluruh korban selamat dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Korban dipastikan tertangani dengan baik, dengan perawatan di rumah sakit,” kata Muniarsi di Jakarta, Kamis seperti dikutip Antara.

Dari peristiwa itu, sebanyak 21 orang dirawat, terdiri dari 20 siswa dan satu guru. 16 korban mendapat perawatan di RSUD Cilincing dan lima lainnya dirawat di RSUD Koja.

Muniarsi menjelaskan, 14 korban yang dirawat di RSUD Cilincing telah diizinkan pulang usai mendapatkan sesi healing.

Sementara 2 korban lainnya masih menjalani rawat inap. 5 pasien di RSUD Koja juga menjalani perawatan lanjutan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya. Selain itu, dukungan psikologis juga diberikan kepada para siswa yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

“Saya sudah sampaikan kepada Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, seluruh biaya pengobatan harus gratis. Semua tindakan, termasuk bedah dan perawatan lanjutan, ditanggung pemerintah,” tegas Pramono.

Ia memastikan kondisi setiap korban terus dipantau sambil menunggu hasil penyelidikan terkait penyebab kendaraan MBG tersebut menabrak pagar dan masuk ke lapangan sekolah.

Kasus ini masih dalam pengusutan kepolisian Polda Metro Jaya. Belum ada pihak yang ditetapkan tersangka.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles