25.1 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026
spot_img

Jadwal dan Lokasi Contra Flow Libur Nataru 2025/2026 Mulai Sore Ini, Pergerakan Masyarakat Diproyeksikan 119,5 Juta Selama Libur Nataru

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalan tol utama, pemerintah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, salah satunya melalui penerapan sistem contra flow.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), contra flow akan diberlakukan di beberapa ruas tol strategis, terutama di Tol Jakarta–Cikampek dan Tol Jagorawi arah Jakarta, pada periode 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Kebijakan itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan dan Penyeberangan selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Contra flow libur Nataru 2025/2026 ini disiapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, baik yang melakukan perjalanan jarak jauh maupun aktivitas wisata selama libur panjang.

Informasi dari akun Instagram @korlantaspolri.ntmc, contraflow dilakukan di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 sampai KM 70 arah Cikampek, Tol Jakarta-Cikampek KM 70 sampai KM 47 arah Jakarta, dan Tol Jagorawi KM 21 sampai KM 8 arah Jakarta. Berikut ini waktu lengkap pelaksanaan contraflow:

Ruas Tol Jakarta-Cikampek Arah Cikampek (KM 47-KM 70)

• 19 Desember 2025: 16.00-24.00 WIB
• 20 Desember 2025: 06.00-14.00 WIB
• 21 Desember 2025: 06.00-14.00 WIB
• 23 Desember 2025: 16.00-24.00 WIB
• 24 Desember 2025: 16.00-24.00 WIB
• 25 Desember 2025: 06.00-14.00 WIB
• 26 Desember 2025: 06.00-14.00 WIB
• 27 Desember 2025: 06.00-14.00 WIB
• 28 Desember 2025: 06.00-14.00 WIB.

Arah Jakarta (KM 70-KM 47)

• 21 Desember 2025: 18.00-24.00 WIB
• 26 Desember 2025: 18.00-24.00 WIB
• 27 Desember 2025: 18.00-24.00 WIB
• 28 Desember 2025: 18.00-24.00 WIB
• 29 Desember 2025: 00.00-08.00 WIB
• 1 Januari 2026: 18.00-24.00 WIB
• 2 Januari 2026: 18.00-24.00 WIB
• 3 Januari 2026: 18.00-24.00 WIB
• 4 Januari 2026: 18.00-24.00 WIB.

Ruas Tol Jagorawi Arah Jakarta (KM 21-KM 8)

• 21 Desember 2025: 14.00-19.00 WIB
• 23 Desember 2025: 14.00-19.00 WIB
• 24 Desember 2025: 14.00-19.00 WIB
• 25 Desember 2025: 14.00-19.00 WIB
• 26 Desember 2025: 14.00-19.00 WIB
• 27 Desember 2025: 14.00-19.00 WIB
• 28 Desember 2025: 14.00-19.00 WIB
• 2 Januari 2026: 14.00-19.00 WIB
• 3 Januari 2026: 14.00-19.00 WIB
• 4 Januari 2026: 14.00-19.00 WIB.

Pemerintah juga membuka kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas tambahan, termasuk sistem satu arah atau one way.

“Saat libur Nataru nanti akan ada pengaturan lalu lintas yang meliputi sistem contra flow dan satu arah (one way),” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan, dikutip pada Jumat, (19/12/2025).

Sistem one way diterapkan berdasarkan kebutuhan kondisi lalu lintas per jam, indikator rekayasa lalu lintas, evaluasi dan pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Manajemen operasional rekayasa lalu lintas juga bisa dilakukan atas diskresi petugas kepolisian, termasuk evaluasi waktu berlakunya.

Sehingga pengguna jalan tol disarankan untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi Kementerian Perhubungan atau Korlantas Polri.

Selain itu, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan saldo e-toll mencukupi untuk melintas di jalan tol.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa hasil survei potensi pergerakan masyarakat, pada masa libur Nataru tahun ini, diperkirakan akan mencapai sekitar 119,5 juta orang.

“Untuk itu, pemerintah membentuk Posko Pusat Angkutan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai instrumen pengaturan, pengendalian, serta koordinasi transportasi nasional selama periode tersebut,” ujarnya.

Menurut Menhub Dudy, pergerakan pada masa libur Nataru selain dilakukan oleh umat Nasrani yang merayakan Natal dan melakukan perjalanan ke kampung halaman, juga dilakukan oleh masyarakat yang memanfaatkan momentum libur akhir tahun untuk bersilaturahmi, berwisata dan beristirahat.

Menhub optimis, melalui koordinasi dan kolaborasi yang intensif, pergerakan masyarakat selama periode ini dapat dikelola dan dikendalikan dengan baik.

“Keselamatan dan kelancaran transportasi bukan sekadar menunggu kondisi, melainkan hasil dari perencanaan yang matang, pengawasan yang konsisten, dan koordinasi yang disiplin dan berkesinambungan,” jelas dia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles