30.1 C
Jakarta
Thursday, February 26, 2026
spot_img

Pengendara Mobil Ditemukan Meninggal Dunia saat Terjebak Kemacetan di Jakbar, Gubernur Pramono Sampaikan Duka Cita untuk Keluarga Korban

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Sebuah insiden tragis terjadi pada Kamis siang (22 Januari 2026) di kawasan Jalan Prof. Dr. Latumeten – Flyover Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, ketika seorang pengemudi mobil ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya di tengah kemacetan panjang yang dipicu banjir dan genangan air.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB, ketika kondisi lalu lintas di Jalan Latumeten mengalami kemacetan parah imbas banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta pada hari itu. Seorang pria berinisial AR (51), yang mengendarai mobil di jalur tersebut, tiba-tiba berhenti di tengah arus kendaraan.

Kanit Lantas Grogol Petamburan AKP Arif Rahman Hakim mengatakan, awalnya ia mengira kendaraan itu mogok. Melihat kendaraan tersebut menghambat laju lalu lintas, petugas lalu berniat membantu dengan mendorong mobil itu ke tepi agar tidak memperparah kemacetan.

Namun, ia merasa janggal karena pengemudi tidak memberikan respons apa pun saat petugas hendak mendorong mobil. Ia pun terkejut ketika mendapati AR sudah tidak bernyawa di dalam mobilnya.

Arif menduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung saat terjebak dalam situasi macet dan banjir.

“(Luka atau tanda penganiayaan) enggak ada. Kemungkinan sakit jantung mungkin,” ujar dia.

Dugaan ini pun diperkuat dengan ditemukannya sejumlah obat-obatan di dalam mobil korban.

Kendati demikian, petugas menyebut penyebab pasti kematian korban masih harus menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut dari rumah sakit.

Saat ini, jenazah AR telah dievakuasi pihak kepolisian ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan lanjutan. Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban terkait peristiwa duka ini.

Respons Gubernur DKI Jakarta

Menyikapi kejadian ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban dan masyarakat Jakarta.

“Innalillahi wa innaillaihi raji’un. Terus terang saya sangat berduka atas insiden ini. Saya telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan dan menelusuri secara detail proses serta penyebab meninggalnya korban,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Jumat (23/1).

“Dari informasi yang saya peroleh, meninggalnya ketika terjadi kemacetan. Kemacetan itu juga sebagian karena terjadi banjir,” lanjutnya.

Sebagai upaya menekan kemacetan di Jakarta, Pramono pun mengerahkan seluruh jajarannya untuk bersama-sama menangani hal itu.

Ia juga telah memerintahkan kepada seluruh dinas terkait seperti Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk saling bahu-membahu mengatasi banjir dan kemacetan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta telah mengizinkan penerapan Work From Home (WFH) bagi pekerja serta School From Home bagi siswa guna mengurangi kepadatan lalu lintas di tengah banjir dan curah hujan tinggi.

“Sehingga dengan demikian, urusan kemacetan memang menjadi perhatian, makanya kenapa saya mengizinkan dilakukan ‘Work From Home’ maupun ‘School From Home’. Itu supaya tidak terjadi kemacetan parah yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar,” jelasnya.

Insiden ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan risiko yang dihadapi warga saat kondisi ekstrem seperti hujan deras dan banjir berkepanjangan. Sementara itu, penanganan banjir dan kemacetan menjadi sorotan baru terhadap kebijakan kota dalam menangani bencana dan mobilitas warga.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles