PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengonfirmasi akan memulai pembangunan fase 2 Jalan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) pada semester kedua tahun ini sebagai kelanjutan perluasan jaringan infrastruktur strategis di kawasan Jabodetabek dan Banten.
“Kemungkinan besar pembangunan fase 2 akan dimulai pada semester dua tahun ini,” ujar Hermawan dalam konferensi pers di Jakarta, pada Rabu, (25/2/2026) malam.
Tol Serpong–Balaraja sejauh ini telah dibuka untuk umum sampai dengan wilayah Legok sebagai bagian dari Seksi 1, yang terbagi menjadi dua substruktur: Seksi 1A (Serpong–Cisauk) sepanjang 3,97 km dan Seksi 1B (Cisauk–Legok) sepanjang 5,37 km.
Pembangunan fase 2 ditargetkan akan mencakup ruas lebih lanjut dari Legok menuju ke Pasir Barat, kemudian dilanjutkan di fase 3 menuju Balaraja.
Rencana keseluruhan tol ini akan mencapai total panjang kurang lebih 40 kilometer, yang dibagi menjadi tiga seksi besar:
- Seksi 1: Serpong–Legok (9,8 km),
- Seksi 2: Legok–Pasir Barat (11,5 km),
- Seksi 3: Pasir Barat–Balaraja (18,6 km).
Tol Serbaraja merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan melalui skema kerja sama Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek ini diprakarsai oleh PT Trans Bumi Serbaraja sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yang merupakan anak perusahaan dari BSDE di bawah naungan Sinar Mas Land.
Tol Serbaraja diresmikan oleh Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo pada 20 September 2022.
Tol ini menjadi bagian penting dari jaringan Jakarta Outer Ring Road 3 (JORR-3) dan akan tersambung dengan berbagai ruas tol utama seperti Tol Jakarta–Serpong dan Tol Jakarta–Merak.
Menurut Hermawan, pembangunan lanjutan Tol Serpong–Balaraja tidak sekadar memperpendek jarak tempuh, tetapi juga diharapkan memperkuat mobilitas masyarakat serta memperluas akses bagi aktivitas ekonomi, terutama di kawasan penyangga Jakarta seperti Tangerang Raya (Banten).
“Dengan tersambungnya tol sampai ke Balaraja, kami berharap dapat memperkuat peran infrastruktur dalam mendukung distribusi logistik, pergerakan komuter, dan pertumbuhan ekonomi kawasan secara menyeluruh,” tambahnya.
Mengenai struktur tarif, ia memperkirakan formulasinya akan menyerupai Fase 1 yang saat ini berada di kisaran Rp 6.000 untuk jarak 5 kilometer pertama.
Dalam jangka pendek, menghadapi momentum mudik dan libur Lebaran 2026, manajemen memastikan bahwa Tol Serbaraja Fase 1 dalam kondisi prima.
Mengingat jalur ini merupakan akses aglomerasi dan bukan jalur utama mudik nasional yang mengarah ke Trans-Jawa, tingkat kepadatan diperkirakan tetap terkendali tanpa kendala operasional yang berarti.




