PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah tiba kembali di Tanah Air pada Jumat pagi, 27 Februari 2026 setelah menyelesaikan rangkaian lawatan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS), Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Di tengah guyuran hujan, Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia yang membawa Prabowo beserta rombongan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur sekitar pukul 08.40 WIB.
Turun dari pesawat dengan mengenakan peci hitam dan pakaian safari berwarna coklat, Prabowo langsung disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sebagai informasi, negara pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo yakni Amerika Serikat (AS). Dalam kunjungannya itu, Presiden Prabowo bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk penandatangan perjanjian dagang serta menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP).
Seusai dari Amerika Serikat, Prabowo melanjutkan perjalanan ke London, Inggris pada Senin, 23 Februari 2026. Di Negeri Raja Charles, Prabowo menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan perusahaan semikonduktor Inggris, Arm Limited.
Setelah dari Inggris, Prabowo melawat ke Yordania. Dia mengunjungi Istana Basman di Amman untuk menemui Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein pada Rabu, 25 Februari 2026.
Dari Yordania, Prabowo meneruskan perjalanan ke Uni Emirat Arab untuk bertemu Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi pada Kamis, 26 Februari 2026. Prabowo juga berbuka puasa bersama Presiden MBZ dan para emir UEA dalam kesempatan tersebut.
Kedua pemimpin negara melakukan pertemuan empat mata (tête-à-tête) selama lebih dari 1 jam. Pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis.
“1 Penguatan kerja sama energi hingga kemitraan ekonomi masa depan. 2. PEA menginginkan peningkatan investasi di Indonesia,” tulis Teddy di dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat (27/2/2026).
Pertemuan ini, lanjut Teddy, menegaskan komitmen kedua negara dalam memperdalam kolaborasi yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.




