26.6 C
Jakarta
Monday, March 9, 2026
spot_img

Potensi Kenaikan Harga BBM di Indonesia Meningkat Akibat Konflik AS–Iran, Menko Airlangga: Kita Akan Beli dari AS

MEDIA PETISI BRAWIJAYA, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperingatkan bahwa eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memiliki potensi untuk mendorong kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia bila gangguan pasokan minyak dunia terus berlanjut.

Dampak tersebut terutama dipicu oleh terganggunya pasokan minyak global akibat penutupan Selat Hormuz. Penutupan jalur penting yang dinilai dapat mengerek harga minyak mentah global yang pada akhirnya berimbas pada harga energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Harga minyak mentah sudah menyentuh level US$ 80 per barel. Melihat kondisi itu, Airlangga tidak menampik mengenai potensi harga BBM yang naik. Ia menyebut situasi ini sama dengan kondisi saat perang Ukraina pecah beberapa waktu lalu.

“Otomatis (BBM) akan naik, sama seperti saat perang Ukraina, kan naik.Tetapi, kali ini pasokan dari Amerika juga akan meningkat, dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya,” kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin, (2/3/2026).

Meski demikian Airlangga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak perlu khawatir karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menganggarkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$70 per barel.

Selain itu, Airlangga mengatakan dengan adanya kesepakatan dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART), Indonesia juga akan membeli minyak dengan Amerika Serikat.

“Dan yang kedua, pemerintah melalui Pertamina mengantisipasi salah satu barang-barang perjadian ART adalah Indonesia akan membeli minyak dari Amerika Serikat.” lanjut Airlangga.

“Dan kemarin MoU sudah ditandatangani antara Pertamina dengan Chevron, Exxon, dan berbagai perusahaan lainnya. Jadi mungkin ini tepat waktu, ini perlu dipercepat.” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan pemerintah akan tetap mempertahankan durasi konflik tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut. “Nanti kita pantau dulu,” jelas Airlangga.

Seperti diketahui, Iran dilaporkan telah menutup Selat Hormuz setelah adanya serangan gabungan AS dan Israel. Beberapa pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar dan perusahaan perdagangan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar dan gas alam cair (LNG).

“Kapal-kapal kami akan tetap berada di tempatnya selama beberapa hari,” kata seorang eksekutif senior di sebuah perusahaan perdagangan besar yang dikutip dari Independent, Minggu (1/3/2026).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles