PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin sejumlah rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar untuk menerima laporan terbaru terkait sejumlah isu penting yang tengah dihadapi pemerintah. Presiden meminta para menteri memberikan pembaruan informasi mengenai perkembangan kebijakan dan program prioritas pemerintah.
Dalam pertemuan yang berlangsung sejak siang hingga malam tersebut, Presiden memimpin lima rapat berbeda yang membahas berbagai agenda strategis nasional maupun internasional.
“Pada minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 8 Maret 2026,” ungkap Teddy melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Rektor Universitas Pertahanan, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Kemudian Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto, dan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.
Salah satu agenda yang dibahas dalam rapat tersebut adalah perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru yang difokuskan pada penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta pendidikan kedokteran. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
Selain itu, pemerintah juga membahas langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing dengan universitas internasional serta memperluas kerja sama pendidikan dengan berbagai kampus terkemuka dunia.
Dalam rapat yang sama, Presiden juga meminta laporan mengenai perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya dinamika konflik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah menilai perkembangan konflik tersebut memiliki potensi dampak terhadap kondisi global maupun regional sehingga perlu dipantau secara intensif.
Agenda lain yang turut dibahas adalah program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina yang menempuh studi di Indonesia, khususnya di Universitas Pertahanan. Program ini telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan menjadi bagian dari dukungan Indonesia terhadap pengembangan sumber daya manusia Palestina.
Selain isu pendidikan dan geopolitik, Presiden juga meminta laporan terkait kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan mulai meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri. Pemerintah diminta memastikan keamanan serta kelancaran transportasi masyarakat selama periode mudik.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju hari raya Idulfitri,” pungkas Seskab Teddy.




