28 C
Jakarta
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Prabowo Instruksikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Dunia Bergejolak

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026, meski harga minyak dunia masih dibayangi gejolak akibat ketidakpastian geopolitik dan dinamika pasar energi global.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai melaporkan perkembangan sektor energi kepada Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/8/2026) yang juga dihadiri Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto dan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria.

Menurut Bahlil, keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional.

“Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM subsidi untuk tidak boleh dinaikkan,” kata Bahlil kepada wartawan usai pertemuan.

Di sisi lain, Kepala Negara juga meminta Bahlil segera menyesuaikan harga BBM nonsubsidi ketika harga minyak mentah Indonesia ( Indonesia Crude Price /ICP) turun.

“Tetapi kalau memang harga ICP dunia turun, kita juga yang non-subsidi dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan, kira-kira begitu,” ujarnya.

Sebagai informasi, kondisi pasar energi global sendiri menunjukkan tren penurunan. Pada Senin (3/8), harga minyak mentah Brent turun menjadi sekitar 83,40 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 6% ke level US$79,60 per barel.

Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya harapan diplomasi di Timur Tengah setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait perundingan damai dengan Iran.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi per 1 Agustus 2026. Harga Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo menjadi Rp18.300 per liter.

Hingga saat ini, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil. Harga Pertalite masih dipatok sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles