26.4 C
Jakarta
Tuesday, March 31, 2026
spot_img

Indonesia–Jepang Sepakat Percepat Blok Masela di Tengah Ketidakpastian Global Akibat Perang AS–Israel vs Iran

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat mempercepat pengembangan proyek gas bumi Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Kesepakatan ini dinilai strategis untuk menjaga ketahanan energi sekaligus memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyatakan seluruh pihak telah menyepakati percepatan proyek tersebut.

“Iya, semua pihak sepakat untuk percepatan,” ujar Djoko seperti dilansir dari ANTARA ketika dihubungi dari Jakarta, Senin, (30/3/2026).

Djoko menyampaikan pembahasan progres pengembangan Blok Masela berlangsung dengan baik dan terus menunjukkan kemajuan.

“(Pembahasan) terus ber-progress, berlangsung bagus,” ucap Djoko.

Untuk diketahui, Djoko bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang guna memperkuat kerja sama bilateral termasuk diantaranya sektor energi.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa lawatan tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjalin kolaborasi konkret dengan Jepang, khususnya dalam pengembangan sektor energi yang berkelanjutan.

“Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan ke Jepang. Ada beberapa kerja yang dibahas, termasuk salah satunya di sektor energi, untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan,” ujar Anggia dalam keterangan resmi, dikutip Senin (30/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bahlil memegang peran untuk memastikan potensi kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang dapat direalisasikan menguntungkan kedua negara. Hal itu sejalan dengan target pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi dari negara mitra.

Sebelumnya Menteri Bahlil mendorong Inpex Corporation mempercepat proyek gas Lapangan Abadi Blok Masela saat kunjungan ke Jepang pada pertengahan Maret 2026. Proyek senilai US$20 miliar (Rp339,4 triliun) ini ditargetkan segera masuk tahap keputusan investasi akhir.

Saat ini progres proyek mencapai sekitar 25%. Pemerintah meminta tahap Front End Engineering and Design (FEED) dipercepat pada kuartal kedua atau selambatnya kuartal ketiga 2026 agar tender Engineering Procurement Construction (EPC) bisa berjalan secara paralel.

“Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC,” ungkap Bahlil saat bertemu dengan CEO Inpex di Tokyo, Jepang, dilansir dari keterangan resmi, dikutip Senin (16/3/2026).

Untuk memastikan kepastian pasar, pemerintah menawarkan penyerapan LNG sebesar 9 juta ton per tahun melalui Danantara jika belum ada pembeli hingga April 2026.

CEO Inpex Takayuki Ueda menyambut positif langkah tersebut dan menegaskan komitmen mempercepat realisasi proyek.

“Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat saya pribadi, tapi kami segera jajaran Inpex memiliki komitmen juga untuk mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan Abadi,” ungkap Ueda.

Secara administratif, proyek telah mengantongi AMDAL pada pertengahan Februari 2026dan izin kawasan hutan pada bulan Januari lalu.

Blok Masela sendiri merupakan salah satu ladang gas terbesar di Indonesia dengan cadangan sekitar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas, yang juga akan dikembangkan dengan teknologi penangkapan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi.

Penerapan CCS ini pun disetujui Pemerintah Indonesia pada 28 November 2023, melalui Revisi 2 PoD-I. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan tender FEED. Hingga akhirnya, Rabu, 9 April 2025, Inpex meluncurkan FEED OLNG ini.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles