30.7 C
Jakarta
Monday, August 3, 2026
spot_img

BGN Siapkan Aplikasi Cek Menu MBG, Orang Tua Cukup Pakai NIK Anak untuk Pantau Makanan di Sekolah

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem digital yang memungkinkan orang tua memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung. Melalui platform tersebut, orang tua dapat mengetahui sekolah tempat anak menerima manfaat MBG, menu makanan yang disajikan setiap hari, kandungan gizi dalam menu, dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan, hingga identitas kepala SPPG yang bertanggung jawab.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Program MBG. Aplikasi itu ditargetkan dapat mulai diakses masyarakat dalam waktu dekat.

“Kami sedang menyiapkan satu skema atau sistem. Jadi orang tua siswa bisa mengakses by system itu kemudian anaknya sekolah di mana, sekolah itu dapat makan MBG yang menunya apa dan kemudian menu itu dimasak di dapur yang mana dan kepala SPPG-nya siapa. Jadi pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi itu, termasuk kandungan gizi di menu. Kami harapkan minggu depan akan bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa,” kata Sudaryono usai rapat koordinasi MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Sudaryono menyampaikan dalam mekanisme penggunaannya, orang tua dapat masuk atau log in ke sistem dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak mereka. Langkah verifikasi tersebut diterapkan mengingat informasi yang disajikan menyangkut data pribadi siswa.

Selain orang tua, ia pun menekankan sistem tersebut dapat diakses oleh pihak sekolah hingga dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

“Orang tua misalnya log in di sistem, memasukkan NIK anaknya, dari situ maka akan tersaji anaknya sekolah di mana, menu makanan hari itu tuh apa, kandungan isinya apa, makanannya dimasak di mana, ya, dan kepala SPPG-nya siapa. Itu bisa diakses oleh orang tua, guru, kepala sekolah,” terangnya.

Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi tersebut diharapkan mampu meredam berbagai informasi simpang siur terkait pelaksanaan MBG yang selama ini kerap beredar di media sosial.

“Kita ingin memberitahu kepada yang sangat berkepentingan, dalam hal ini paling berkepentingan kan orang tua. Sebetulnya anak saya sekolah ini sama negara diberikan layanan makanan yang seperti apa. Nah, ini jangan sampai kemudian ada timbul interpretasi yang berbeda-beda, kemudian di-upload di media sosial jadi misleading,” katanya.

Selain portal yang dapat diakses masyarakat, BGN juga tengah membangun sistem pengawasan digital untuk memantau seluruh aktivitas operasional dapur MBG.

Sistem tersebut akan merekam setiap tahapan proses, mulai dari pembelian bahan baku, kegiatan memasak, pengemasan, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Menurut Sudaryono, digitalisasi menjadi instrumen penting agar pengawasan tidak hanya mengandalkan kepercayaan, tetapi juga berbasis data dan sistem yang dapat ditelusuri.

“Trust is good, control is better. Jadi kita tidak bisa hanya percaya saja, tapi kita bagaimana memonitor semua kegiatan di dapur itu by system,” ujarnya.

Di samping itu, BGN juga akan menyelesaikan persoalan kolaborasi, komunikasi, dan dukungan publik.

Sudaryono memastikan seluruh perangkat di BGN membuka komunikasi dengan semua pihak, khususnya kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, hingga dinas-dinas yang terkait program MBG.

“Untuk kita sama-sama bereskan ini semua. Saya paham rakyat sangat menginginkan ini segera. Nah, kita kasih waktu sedikit ya. Kita akan bekerja keras dan kita akan bereskan,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles