30.7 C
Jakarta
Monday, August 3, 2026
spot_img

Prabowo Resmikan Revitalisasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang Peninggalan Belanda Tahun 1914

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Revitalisasi salah satu stasiun peninggalan era kolonial Belanda yang dibangun pada awal abad ke-20 itu menjadi bagian dari upaya pemerintah melestarikan warisan sejarah nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Presiden tiba di Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 11.15 WIB sebelum mengikuti rangkaian peresmian.

Presiden menandai peresmian melalui penekanan tombol sirene bersama didampingi sejumlah pejabat pemerintah pusat. Kegiatan tersebut juga menjadi awal pengoperasian hasil revitalisasi tahap pertama bangunan cagar budaya bersejarah tersebut.

Presiden Prabowo Subianto kemudian menyampaikan pernyataan resmi setelah prosesi peresmian revitalisasi selesai dilaksanakan. Pemugaran tersebut merupakan revitalisasi resmi pertama sejak stasiun beroperasi lebih dari satu abad lalu.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini Kamis 30 Juli 2026. Saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang,” kata Presiden Prabowo, Stasiun Tawang, Kamis, 30 Juli 2026.

Prabowo menegaskan, revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan sejarah sekaligus memperkuat identitas bangsa.

Prabowo mengatakan Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai historis yang tinggi karena pernah digunakan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno untuk menjalankan tugas-tugas kenegaraan pada awal kemerdekaan.

“Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu, menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita,” kata Prabowo.
Kepala Negara menekankan, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Penjajahan selama ratusan tahun menjadi masa penting bagi bangsa Indonesia untuk belajar teknologi dan sains agar dapat menjadi bangsa yang kuat.

“Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya. Dan kita memang mengalami masa penjajahan yang lama, tapi kita juga manfaatkan masa itu untuk belajar. Belajar teknologi, belajar sains untuk kita mengejar kemajuan dan semua yang diperlukan untuk menjadi bangsa yang kuat dan bangsa yang merdeka,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa berbagai bangunan bersejarah, termasuk peninggalan masa kolonial, tetap harus dirawat karena telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.

“Karena itu, penting juga kita untuk melestarikan semua yang kita miliki walaupun itu dari zaman dahulu. Kita harus melestarikan kuil-kuil, kita harus melestarikan semua bangunan-bangunan ribuan tahun, ratusan tahun yang lalu. Itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita,” tegasnya.

Usai peresmian, Presiden bersama sejumlah menteri menjajal Kereta Nusantara Explorer milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) menuju Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kereta tersebut dikembangkan dengan konsep layanan premium untuk mendukung sektor pariwisata nasional.

Prabowo kembali menyampaikan alasan mengikuti perjalanan menggunakan Kereta Nusantara Explorer setelah kegiatan peresmian selesai. Pengembangan layanan premium itu diarahkan mendukung penguatan sektor pariwisata melalui transportasi perkeretaapian.

“Terima kasih Kereta Api Indonesia. Hari ini saya akan mencoba kereta api baru yang diluncurkan KAI untuk mendorong menopang pariwisata, yang diberi nama Nusantara Explorer,” ujar Presiden.

Di Kabupaten Batang, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri acara akad massal KPR 62.000 unit rumah subsidi yang digelar secara serentak di 165 titik di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyambut kedatangan Presiden setibanya di kawasan stasiun. Sejumlah menteri kabinet turut mendampingi Presiden sepanjang rangkaian kegiatan peresmian revitalisasi tersebut.

Menteri yang hadir meliputi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Hadir pula Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Diikuti, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Sebagai informasi, Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh layanan kereta api penumpang yang melintas di Kota Semarang. Pada Semester I 2026, stasiun ini mencatatkan kinerja layanan penumpang yang sangat baik, menempati peringkat 4 stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang serta tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) keberangkatan mencapai 99,45 persen.

Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada 1911 dan beroperasi pada 1914. Bangunan stasiun dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh pada tahun 1911 hingga diresmikan pada tahun 1914.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles