30.7 C
Jakarta
Monday, August 3, 2026
spot_img

BMKG Prediksi El Nino Bertahan hingga Kuartal I 2027 Melebihi Level Kuat, Simak Dampaknya

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan bertahan hingga kuartal I 2027 dengan intensitas yang berpotensi melampaui kategori kuat. Kondisi tersebut diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dan pemerintah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang ditimbulkan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pihaknya sudah menyampaikan temuan ini ke Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu.

“BMKG memprediksi fenomena el nino akan bertahan paling tidak hingga awal kuartal pertama tahun 2027,” kata Faisal dalam konferensi pers Perkembangan Musim Kemarau dan Penguatan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai Antisipasi Dampak El Nino, di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Data BMKG sebelumnya menunjukkan bahwa dominasi kondisi kering yang terjadi saat ini selaras dengan perkembangan dinamika iklim global. Indeks Niño 3.4 dasarian masih tercatat sebesar +2.26, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2.

Indikator tersebut mengindikasikan El Niño Event dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat pada tahun ini.

Menurutnya fenomena El Nino ini bakal berdampak signifikan terhadap kondisi Indonesia. Pasalnya, saat ini sejumlah wilayah Indonesia juga akan memasuki periode puncak musim kemarau pada Agustus mendatang. Potensi positif pada September hingga Desember tahun ini diprediksi akan terjadi.

“Dengan peluang puncak intensitas mencapai kategori kuat. Selain itu terjadi potensi positif September hingga Desember tahun ini, tahun 2026,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bagaimana El Nino bisa menimbulkan dampak. Menurutnya, dampak El Nino di Indonesia hanya terjadi jika bertemu dengan musim kemarau.

“El Nino sendiri itu biasanya akan berlangsung paling tidak hingga kuartal pertama tahun berikutnya. Namun perlu digarisbawahi sekali lagi bahwa dampaknya ke Indonesia, El Nino itu hanya ketika bertemu dengan musim kemarau,” tutur Ardhasena.

Adapun El Nino diprediksi masih akan bertahan hingga kuartal pertama tahun 2027 mendatang.

“Jadi El Nino-nya masih berlangsung hingga paling tidak kuartal pertama tahun 2027, tetapi dampaknya itu hanya bertemu dengan musim kemarau untuk wilayah Indonesia,” sambungnya.

Ardhasena menyebut puncak El Nino akan terjadi sekitar akhir tahun yakni Desember 2026 dan Januari 2027. Menurutnya, fase puncak El Nino kali ini akan melewati batas kategori El Nino kuat.

“Saat ini prediksi BMKG menunjukkan bahwa terdapat peluang signifikan kondisi El Nino tahun ini dapat melebihi kategori El Nino kuat,” paparnya.

Sebagai langkah mitigasi proaktif, lanjutnya, selain memberikan analisa faktual, BMKG juga memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah rawan bencana karhutla dan kekeringan, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, hingga posko pendukung yang dipusatkan di Jawa Barat.

BMKG, menurut dia, menaruh harapan besar terhadap sinergi lintas instansi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), agar dapat mengoptimalkan modifikasi cuaca serta pemadaman darat sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles