PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah mempercepat pembangunan 15 bendungan baru di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Proyek yang dikerjakan melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut memiliki total kebutuhan anggaran sekitar Rp32,8 triliun dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2029.
Percepatan pembangunan bendungan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan layanan irigasi bagi sektor pertanian, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pola tanam tadah hujan yang rentan terhadap perubahan iklim.
Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan pembangunan bendungan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, irigasi yang memadai dibutuhkan agar sektor pertanian tidak lagi bergantung pada curah hujan.
“Tanpa dukungan bendungan dan irigasi yang memadai, banyak wilayah pertanian mengandalkan pola tanam tadah hujan yang rentan terhadap perubahan musim. Termasuk ancaman kekeringan saat El Nino maupun banjir akibat curah hujan tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Berdasarkan data Kementerian PU per 24 Juli 2026, saat ini terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi di seluruh Indonesia dengan kapasitas tampung sekitar 9,74 miliar meter kubik air.
“Pembangunan infrastruktur penunjang pertanian melalui 15 bendungan yang tengah dibangun di berbagai wilayah Indonesia terus dipercepat penyelesaiannya. Ditambah dengan 240 bendungan yang telah beroperasi, program ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, 15 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan. Pembangunan bendungan tersebut tersebar di 10 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Maluku.
Setelah seluruh proyek selesai, bendungan-bendungan tersebut diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1 miliar meter kubik air dan menyuplai kebutuhan irigasi bagi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian di berbagai daerah.
Secara rinci, berikut daftar lokasi proyek 15 bendungan baru beserta target selesainya:
- Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 17,4 juta m³, menyuplai daerah irigasi Bagong seluas 857 hektar.
- Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 81,65 juta m³, menyuplai daerah irigasi Bener seluas 15.196 hektar.
- Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat: target selesai 2027 dengan kapasitas tampung 65,18 juta m³, menyuplai daerah irigasi Budong-budong seluas 3.047 hektar.
- Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo: target selesai 2026 dengan kapasitas tampung 93,75 juta m³, menyuplai daerah irigasi Bulango Ulu seluas 757 hektar.
- Bendungan Cabean di Kabupaten Blora, Jawa Tengah: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 3,02 juta m³, menyuplai daerah irigasi Cabean seluas 80 hektar.
- Bendungan Cibeet di Cariu-Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat: target selesai 2028 dengan kapasitas tampung 97,53 juta m³, menyuplai daerah irigasi Cibeet seluas 8.837 hektar.
- Bendungan Cijurey di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat: target selesai 2028 dengan kapasitas tampung 17,07 juta m³, menyuplai daerah irigasi Cikumpeuni seluas 1.486 hektar dan daerah irigasi Ciomas pasang bedil seluas 561 hektar.
- Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan: target selesai 2028 dengan kapasitas tampung 223,6 juta m³, menyuplai daerah irigasi Bisu seluas 12.793 hektar dan daerah irigasi Kampili seluas 10.547 hektar.
- Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah: target selesai 2026 dengan kapasitas tampung 90 juta m³, menyuplai daerah irigasi Jragung seluas 4.528 hektar dan daerah irigasi Guntur seluas 2.036 hektar.
- Bendungan Karangnongko di perbatasan antara Blora Jawa Tengah dan Bojonegoro Jawa Timur: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 59,10 juta m³, menyuplai daerah irigasi Karangnongko seluas 6.949 hektar.
- Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, NTT: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 20,45 juta m³, menyuplai daerah irigasi Manikin seluas 722 hektar.
- Bendungan Mbay di Kabupaten Nageko, NTT: target selesai 2027 dengan kapasitas tampung 52,89 juta m³, menyuplai daerah irigasi Mbay seluas 6.240 hektar.
- Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan: target selesai tahun 2029 dengan kapasitas tampung 69,7 juta m³, menyuplai daerah irigasi Riam Kiwa seluas 1.800 hektar.
- Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 139,77 juta m³, menyuplai daerah irigasi Komering seluas 124.701 hektar.
- Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Maluku: target selesai 2027 dengan kapasitas tampung 50,05 juta m³ menyuplai daerah irigasi Way Apu sistem seluas 10.562 hektar.



