33 C
Jakarta
Friday, August 28, 2026
spot_img

Danantara Groundbreaking Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi, Nilai Investasi Rp3 Triliun

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi, Jawa Barat. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun tersebut ditandai dengan seremoni groundbreaking di kawasan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Rabu, 26 Agustus 2026.

Proyek ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah perkotaan yang tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga mengubah sampah menjadi sumber energi.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan peresmian ini merupakan lanjutan dari proyek yang sebelumnya telah diresmikan pertama kali di Denpasar, Bali, pada Juni 2026.

“Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi,” kata Pandu dalam Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia mengatakan, dampak positif dari pembangunan PSEL di Kota Bekasi antara lain, penurunan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) sebanyak 80 persen. Proyek PSEL juga akan mengurangi emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara CO2 per tahun.

“Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi,” ujar Pandu

Menurut Pandu, program ini telah dirancang ntuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan EU-IED atau European Union Industrial Emission Directive.

“Progres PSEL Kota Bekasi telah memasuki tahapan penting yaitu penandatanganan perjanjian jual beli listrik, dan hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dilanjutkan di Kota Bekasi setelah Denpasar Raya pada bulan Juli lalu,” jelas Pandu.

Dalam proses pemilihan mitra, Danantara melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai latar belakang. Tim tersebut memiliki pengalaman dalam berbagai proyek PSEL internasional, antara lain di Malaysia, Thailand, Tiongkok, Australia, Irlandia, Jerman, hingga Kuwait.

Selain pengalaman internasional, sejumlah tenaga ahli juga memiliki pengalaman mengembangkan proyek PSEL di dalam negeri. Pandu mengatakan, para tenaga ahli tersebut memberikan dukungan dari berbagai bidang, mulai dari teknis operasional, hukum, finansial, hingga lingkungan.

“Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan mitra ini terverifikasi dengan tata kelola yang baik dan dilakukan secara profesional,” katanya.

Danantara menargetkan proyek pembangunan PSEL di Kota Bekasi, Jawa Barat dapat rampung pada akhir 2027 hingga awal 2028 mendatang.

“Kita berekspektasi juga insyaallah akhir 2027, awal 2028 sudah selesai. Jadi memang kita ngebut, lah,” kata Pandu.

Dengan nilai investasi sebesar Rp3 triliun, Pandu menyebut proyek ini akan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90%.

“Permasalahan sampah bukanlah masalah yang hanya dialami oleh satu daerah atau satu orang saja. Permasalahan sampah adalah permasalahan bersama kita semua,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles