PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026), untuk memastikan penanganan dampak gempa bumi di Pulau Flores berjalan secara cepat dan terkoordinasi.
Prabowo naik helikopter dari Bandara Internasional Komodo menuju helipad Batalyon Yonif TP 834/WMN, Kabupaten Nagekeo. Dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di Nagekeo pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Ia lalu masuk ke sebuah tenda Posko Penanganan Bencana di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Kecamatan Mbay, yang berdiri di tanah lapang untuk memimpin rapat penanganan bencana gempa yang diikuti sejumlah menteri dan kepala lembaga.
Adapun pejabat yang hadir antara lain Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, dan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya penanganan bencana ini.
“Saya sampaikan penghargaan kepada Saudara-saudara. Sekali lagi Saudara-saudara periksa, cek anak buahmu yang kerja keras, catat. Rakyat kita, anak buahmu semua yang kerja keras, yang kerja benar, yang berkorban. Tadi ada yang menyampaikan, bupati menyampaikan jam 12 malam, gubernur menyampaikan kerja keras itu, ini dicatat,” ucap Presiden dalam rapat yang disiarkan virtual.
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan perkembangan penanganan bencana di Flores, termasuk dampak gempa dan kondisi para pengungsi.
Presiden Prabowo mengatakan telah mengucurkan Rp 200 miliar dana tambahan yang merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden atau tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan bencana di NTT. Rinciannya, Rp40 miliar diberikan kepada Pemerintah Provinsi NTT, sementara Rp20 miliar dialokasikan untuk masing-masing dari delapan kabupaten di Pulau Flores.
Delapan kabupaten penerima bantuan tersebut meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Prabowo kemudian memastikan bahwa Dana tambahan itu sudah masuk semua ke kas daerah oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Uang itu sudah ditransfer sejak Senin 24 Agustus 2026 kemarin.
“Baik, terima kasih. Itu bantuan yang Rp20 miliar tiap kabupaten yang terdampak sudah sampai?” tanya Prabowo.
Saat itu, Kepala BNPB Suharyanto menjawab bahwa bantuan itu telah diterima pemerintah daerah terkait. Dia juga berpesa agar dana bantuan itu tidak boleh digunakan untuk urusan selain penanganan bencana.
“Kami juga sudah sampaikan kepada Pak Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana, Bapak. Siap,” kata Suharyanto.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dana bantuan yang diberikan.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, memang kemarin kami terima kasih, Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar, dan provinsi dapat Rp40 miliar. Itu sangat membantu kami untuk mengerahkan pengungsi,” kata Melkiades.
Menurutnya, Kabupaten Flores Timur yang tidak terdampak gempa bumi pun mendapat bantuan. Pemkab Flores Timur, kata Emanuel, akan menggunakan tambahan dana untuk menangani dampak erupsi Gunung Lewotobi.
Dia juga memberikan laporan bahwa pihaknya ikut mengerahkan instrumen masyarakat untuk saling membantu. Dia memerintahkan kepada semua toko dan kios memberikan dukungan untuk kebutuhan masyarakat, sebagai gantinya Pemprov akan membayar barang yang keluar.
“Kemarin setelah saya juga bicara dengan Pak Kepala BNPB, salah satu juga yang kami kemarin gunakan adalah menggunakan instrumen masyarakat. Waktu itu kita bilang pokoknya semua toko-kios silakan memberikan dukungan bagi masyarakat, nanti provinsi bayar atau pemerintah bayar,” jelas Emanuel.
“Karena pokoknya jangan sampai ada yang tidak bisa makan atau minum atau tidak punya selimut ataupun matras pada saat bencana itu. Dan kita minta semua toko, semua kios juga membantu,” lanjutnya.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pihaknya juga menerjunkan tim ke NTT untuk melakukan pengawasan agar uang Rp 200 miliar yang dikucurkan benar-benar digunakan untuk keperluan bencana.
“Dan kami mohon izin mengirimkan 4 tim Pak dari Itjen untuk meyakinkan bahwa uang itu betul-betul digunakan. Jangan sampai seperti di Aceh, Pak, itu ada yang nggak dipakai oleh mereka. Ini kami yakinkan bahwa betul-betul digunakan untuk sampai yang di pelosok-pelosok itu tadi Pak,” lapor Tito.
Bagi Presiden Prabowo penanganan bencana tidak berhenti hanya pada pengiriman bantuan. Pemerintah terus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman, anak-anak kembali belajar, pelayanan kesehatan berjalan, aktivitas ekonomi kembali bergerak, serta rumah dan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan.
Karena itu, pemerintah memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan secara terpadu, cepat, dan terukur. Penanganan darurat, evakuasi, distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi terus dikawal agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Prabowo Lanjut Cek Kondisi Pengungsi
Setelah memimpin rapat, Prabowo kemudian melanjutkan agenda dengan mengecek langsung kondisi pengungsi di Nagekeo. Prabowo menyambangi posko pengungsian menaiki mobil kepresidenan Maung Garuda.
Sepanjang perjalanan, ribuan masyarakat berdiri di tepian jalan menyambut kedatangan Presiden. Presiden pun menyapa masyarakat dari atap sunroof mobil kepresidenan.
Di posko pengungsian, Prabowo menerima laporan dari Pangdam IX/Udaya Mayjen TNI Piek Budyakto. Laporan yang diberikan, di antaranya terkait jumlah pengungsi berikut fasilitas-fasilitas yang tersedia di posko pengungsian, termasuk sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) serta air bersih. Kemudian dapur umum dan tenda-tenda untuk beristirahat.
Dalam rangkaian peninjauan itu, sesekali Presiden memberikan instruksi kepada jajaran menterinya, salah satunya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Selanjutnya, Presiden menyapa anak-anak dan istri-istri prajurit yang menjadi relawan memasak di dapur-dapur lapangan yang disediakan oleh TNI di posko pengungsi, dilanjutkan dengan meninjau dapur lapangan Polri.
Usai berkeliling, tak lama, Presiden Prabowo dikerubungi oleh para pengungsi yang antusias menyambut kedatangannya. Para pengungsi itu bergantian menyalami Presiden. Ada sejumlah ibu-ibu pengungsi yang terlihat terharu dan menangis di hadapan Presiden.
Kemudian, Prabowo pun berbicara langsung kepada para pengungsi.
“Saya datang untuk melihat langkah-langkah yang sudah diambil, dan saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya, dan juga saya sampaikan bahwa pemerintah terus-menerus memantau dan terus-menerus melakukan langkah-langkah mengirim bantuan, menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini,” kata Presiden kepada para pengungsi.
Presiden kemudian meminta para pengungsi untuk bersabar, karena merujuk pada pendapat beberapa ahli, butuh waktu maksimal 3 minggu lagi untuk masuk dalam kondisi yang relatif aman. Jika situasi sudah aman, Prabowo berjanji pemerintah mempercepat pembangunan hunian-hunian dan perbaikan-perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa.
“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara,” pungkas Prabowo.



