33 C
Jakarta
Friday, August 28, 2026
spot_img

Dorong Ketahanan Pangan, Prabowo Dukung Pembukaan 8.000 Hektare Lahan di Nagekeo NTT

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap rencana pembukaan lahan pertanian seluas 8.000 hektare di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Dukungan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di NTT, yang berlangsung di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatos menyampaikan usulan mengenai pemanfaatan lahan pertanian yang berada di wilayah Mbay.

Simplisius mengatakan bahwa kawasan pertanian seluas 8.000 hektare akan mendapat pasokan air dari Waduk Lambo yang hampir rampung dibangun.

Selain itu, ia menjelaskan bendungan berkapasitas sekitar 45 juta meter kubik itu diperkirakan selesai dalam dua hingga tiga bulan.

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena kemudian menjelaskan bahwa kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat ditopang Bendungan Lambo yang pembangunannya telah mencapai sekitar 90 persen dan diperkirakan selesai dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 45 juta meter kubik. Dengan tersedianya sumber air tersebut, pengembangan lahan pertanian seluas 8.000 hektare dinilai dapat dilanjutkan dengan pembangunan jaringan irigasi.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menilai proyek pertanian dapat segera dimulai setelah jaringan irigasi sekunder dan tersier tersedia.

“Kalau tiga bulan lagi sumber air cukup, tinggal irigasi. Kita dukung proyek ini,” kata Presiden Prabowo.

Dari total lahan 8.000 hektare, sekitar 100 hektare yang berada di kawasan pantai direncanakan menjadi sentra budidaya perikanan, sedangkan sisanya difokuskan sebagai kawasan pertanian pangan.

“8.000 hektare, mungkin yang 100 hektare dekat pantai kita bikin budidaya ikan dan yang pantai kita juga bikin budidaya ikan juga,” katanya.

Presiden Prabowo juga optimistis proyek pertanian terpadu tersebut akan menjadikan Nagekeo sebagai salah satu lumbung pangan baru di NTT.

Prabowo menuturkan jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih diyakini akan memperkuat perekonomian desa, termasuk desa nelayan, apabila berjalan secara optimal.

“Saya yakin nanti Koperasi Merah Putih dan desa-desa nelayan kalau sudah berfungsi benar dan optimal, akan sangat membantu,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Pertahanan (Unhan), TNI, serta fakultas teknik mengembangkan dan mengirimkan teknologi desalinasi buatan dalam negeri ke daerah-daerah yang mengalami kesulitan air bersih, terutama Pulau Palue dan kawasan pesisir.

Menurutnya, teknologi tersebut menjadi solusi bagi wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan sumber air tawar.

Selain pembangunan pertanian, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya rehabilitasi lingkungan di NTT. Ia menyebut berkurangnya tutupan pohon dan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi persoalan yang harus dihentikan melalui edukasi masyarakat.

Prabowo juga meminta Gubernur dan seluruh pemerintah kabupaten bersinergi mengembangkan pertanian, peternakan, serta penghijauan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menginstruksikan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, serta perguruan tinggi membentuk tim percepatan penghijauan.

Program tersebut mencakup pembangunan pusat pembibitan (nursery), penanaman pohon produktif, serta penerapan konsep permaculture untuk meningkatkan daya serap air tanah.

Menurutnya, hasil permaculture memang tidak instan, tetapi dalam empat hingga enam tahun dapat meningkatkan cadangan air, sementara dalam satu dekade kawasan gundul berpotensi kembali hijau.

“Pohon adalah sumber kehidupan. No tree, no forest. No forest, no water. No water, no life,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga persatuan dalam membangun daerah.

“NTT kita ubah menjadi hijau semua. Warna kita hanya Merah Putih,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles