26.1 C
Jakarta
Saturday, September 19, 2026
spot_img

10 Negara Asing Bantu Padamkan Karhutla di Indonesia, 36 Helikopter Dikerahkan

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia mendapat dukungan internasional. Sedikitnya 10 negara terlibat dalam upaya membantu Indonesia menghadapi bencana karhutla, terutama melalui dukungan armada udara, operasi pemadaman, hingga penyemaian awan.

Dukungan tersebut datang ketika pemerintah Indonesia terus memperkuat operasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah, khususnya Kalimantan. Salah satu bentuk dukungan terbesar adalah pengerahan 36 helikopter asing yang berasal dari delapan negara dan difasilitasi melalui perizinan khusus Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pemerintah telah memproses 35 izin khusus penggunaan pesawat udara berregistrasi asing. Izin tersebut diberikan kepada 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dari delapan negara. Total terdapat 36 helikopter yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla.

“Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada,” kata Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Sebanyak 11 pemegang AOC yang mendapat izin tersebut yakni Ersa Eastern Aviation, Genesa Dirgantara, Falcon Patriot Utama, Pegasus Air Service, Whitesky Aviation, Smart Cakrawala Aviation, Elang Nusantara Air, Intan Angkasa Air Service, Volta Pasifik Aviasi, Dabi Air Nusantara, dan Derazona Air Service.

Kemenhub memfasilitasi penggunaan pesawat registrasi asing tersebut melalui percepatan perizinan, dukungan operasional, serta pengawasan terhadap aspek keselamatan penerbangan.

Lukman mengatakan Kemenhub terus mendukung upaya penanggulangan karhutla, termasuk di wilayah Kalimantan.

Untuk mendukung respons yang cepat terhadap kondisi karhutla yang dapat berubah sewaktu-waktu, pesawat yang telah memperoleh izin khusus dapat dipindahkan (reposisi) ke lokasi lain yang terdampak bencana.

Operator cukup menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam waktu 1 x 24 jam terkait reposisi tersebut.

Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Dirjen Perhubungan Udara nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.

Selain perizinan dan operasional, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub juga melakukan pengawasan dan sertifikasi terhadap aspek kelaikudaraan.

Pengawasan tersebut termasuk apabila terdapat modifikasi pada pesawat yang diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional pemadaman karhutla.

Setelah seluruh aspek sertifikasi dan persyaratan teknis terpenuhi, pelaksanaan operasi penerbangan menjadi tanggung jawab masing-masing operator sesuai ketentuan dan otorisasi dalam Air Operator Certificate (AOC) yang dimiliki.

Di sisi lain, Jepang akan mengerahkan tiga unit helikopter CH-4 untuk membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan.

Malaysia juga mengatakan bahwa Indonesia telah memberikan izin kepada pesawatnya untuk memasuki wilayah udara Indonesia guna melakukan operasi penyemaian awan di sepanjang perbatasan bersama mereka.

Berikut daftar negara yang membantu penanganan karhutla RI:

  1. Australia
  2. Rusia
  3. Amerika Serikat
  4. Ukraina
  5. Selandia Baru
  6. Laos
  7. Vietnam
  8. Kanada
  9. Jepang
  10. Malaysia

Dengan mekanisme tersebut, sumber daya udara yang telah tersedia dapat segera dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan dukungan pemadaman dengan tetap memperhatikan ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles