26.1 C
Jakarta
Saturday, September 19, 2026
spot_img

Pramono Sebut 457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Sejak Juli-Agustus 2026, Jakbar dan Jaktim Terbanyak

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 457 kejadian kebakaran terjadi di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, Jakarta Barat (Jakbar) menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, disusul Jakarta Timur (Jaktim).

Data tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memimpin Apel Jaga Jakarta dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

“Berdasarkan hasil laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pada bulan Juli sampai dengan Agustus di Jakarta terjadi kebakaran 457 kejadian kebakaran. Paling banyak di Jakarta Barat, kedua di Jakarta Timur. Memang ini dua wilayah yang potensinya tertinggi yaitu di Barat itu ada Kecamatan Tambora, di Timur itu ada Cakung, itulah petanya,” kata Pramono.

Meski demikian, Pramono tidak merinci jumlah kebakaran secara khusus untuk masing-masing kecamatan tersebut. Ia hanya menyebut sekitar 240 kejadian kebakaran tercatat selama Agustus di dua wilayah tersebut.

Dia menyebutkan korsleting listrik menjadi penyebab paling dominan kebakaran di Jakarta.  Setelah itu, banyak kasus kebakaran disebabkan pembakaran sampah dan keteledoran masyarakat, seperti membuang puntung rokok dan sebagainya.

Pramono pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan hingga membuang puntung rokok sembarangan agar tidak memicu kebakaran.

Untuk mengantisipasi kebakaran, Pramono juga telah meminta ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) hingga tingkat RW. Menurut dia, program tersebut telah berjalan di Jakarta.

“Sedangkan untuk APAR saya meminta setiap RW memilikinya. Dan karena ini program sudah berjalan, saya yakin sekarang setiap RW sudah memilikinya,” tuturnya.

Selain kebakaran, Pemprov DKI juga mengantisipasi dampak musim kemarau berupa kekeringan. Pramono mengatakan telah disiapkan 29 tangki air dari 10 instansi dan lembaga untuk membantu distribusi air bersih.

Dia menyebutkan saat ini terdapat dua kelurahan yang telah mengalami kekeringan, yakni Kalibaru dan Semper.

“Seperti yang Saudara-saudara saksikan, pada hari ini ada dua kelurahan yang memang sudah mengalami kekeringan, yaitu di Kelurahan Kalibaru dan Semper,” ungkapnya.

Pramono meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan langkah mitigasi selama musim kemarau.

Ia menegaskan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi.

Selain itu, Pramono juga meminta warga untuk menggunakan air secara bijak, memastikan APAR tersedia di lingkungan, serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan potensi kebakaran.

Menurutnya, pencegahan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Mari jadikan semangat Jaga Jakarta sebagai gerakan bersama. Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita dalam menjaga keselamatan dan melindungi seluruh warga Jakarta,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles