33.7 C
Jakarta
Saturday, October 24, 2026
spot_img

Bali Krisis Pasokan BBM? Koster Minta Warga Tak Panik, Pertamina Percepat Distribusi Petakan 52 SPBU Beroperasi 24 Jam

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda sejumlah wilayah di Bali sejak Minggu (11/10/2026) mengakibatkan antrean kendaraan mengular di SPBU, mengganggu arus lalu lintas, dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama PT Pertamina (Persero) kini mempercepat langkah penanganan untuk memulihkan kelancaran pasokan dan distribusi bahan bakar di Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat tidak panik menyikapi antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.

Menurutnya, kendala distribusi dan meningkatnya pembelian secara bersamaan turut memengaruhi ketersediaan bahan bakar di tingkat SPBU.

Koster menyebut stok di depo utama, yakni Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar, masih tersedia. Namun, proses pengiriman dari depo menuju SPBU membutuhkan waktu lebih lama akibat kemacetan lalu lintas dan tingginya permintaan masyarakat.

“Ketika warga khawatir kehabisan bensin, pembelian cenderung meningkat secara bersamaan. Akibatnya, stok di SPBU lebih cepat habis, sedangkan kendaraan tangki membutuhkan waktu untuk kembali ke depo dan mengisi ulang pasokan,” ujar Koster di Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Koster meminta warga Bali tetap tenang menghadapi situasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) karena pasokan dipastikan segera kembali normal dalam waktu dekat.

“Sebenarnya tidak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup,” ujarnya,

Ia memperkirakan kondisi distribusi BBM di Bali dapat kembali normal dalam satu hingga dua hari, dengan catatan penyaluran berjalan lancar dan masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Koster juga menepis spekulasi yang mengaitkan kelangkaan BBM di Bali dengan pengalihan pasokan untuk kebutuhan kegiatan di Mandalika. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan di kawasan tersebut.

“Oh, tidak tahu saya tapi itu tidak ada, tidak ada hubungannya sama Mandalika,” kata dia.

Pertamina Akui Kendala Bongkar Muat Kapal Tanker

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan adanya kendala teknis pada kapal tanker pengangkut BBM yang berkontribusi terhadap terganggunya pasokan di Bali.

Menurut Simon, kapal tanker mengalami kesulitan memasang jangkar ketika hendak melakukan proses bongkar muat kargo. Gangguan tersebut menyebabkan jadwal bongkar muat yang semula direncanakan berlangsung sekitar pukul 06.30 WITA pada Senin (12/10/2026) mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA.

“Salah satu penyebab utama adalah salah satu kapal ketika kemarin pada saat untuk discharge kargo itu mengalami kesulitan di anchor, jangkarnya,” kata Simon di Depo Pertamina Sanggaran, Denpasar, dikutip pada Rabu (14/10/2026).

Keterlambatan itu membuat distribusi BBM tidak berjalan sesuai jadwal awal. Dampaknya kemudian dirasakan masyarakat ketika permintaan di SPBU tetap tinggi.

Simon menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean panjang dan gangguan pelayanan yang terjadi.

Ia menegaskan bahwa kendala teknis tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat. Pertamina, menurutnya, perlu mempercepat pengiriman, memperbaiki proses distribusi, dan meningkatkan pelayanan di SPBU.

“Namun sekali lagi, kejadian ini tidak untuk mencari pembenaran bagi kami. Bagaimanapun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat,” tutur Simon.

Selain masalah bongkar muat, Pertamina juga mengidentifikasi faktor lain yang mengakibatkan kelangkaan BBM adalah tingginya kebutuhan masyarakat, terutama jenis Pertalite. Simon memahami faktor perbedaan harga yang cukup jauh turut menjadi penyebab permintaan Pertalite yang tinggi di masyarakat.

Pertamina Petakan 52 SPBU Buka 24 Jam

Sebagai bagian dari penanganan kelangkaan, Pertamina Patra Niaga memetakan 52 lokasi SPBU yang melayani masyarakat selama 24 jam di Bali.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, mengatakan daftar tersebut akan terus diperbarui berdasarkan kondisi operasional di lapangan.

Pemetaan ini bertujuan membantu masyarakat mengetahui lokasi SPBU yang menyediakan layanan sepanjang hari, sekaligus mendukung penguraian antrean di sejumlah titik yang mengalami kepadatan.

Pertamina juga menambah personel secara terukur untuk mendukung operasional SPBU. Pengaturan tenaga kerja diperlukan agar pelayanan tetap berjalan dan petugas tidak mengalami kelelahan akibat jam operasional yang diperpanjang.

Pihaknya telah mengerahkan kapal tanker secara bertahap untuk melakukan penyaluran BBM pada Rabu (7/10) dan Minggu (11/10) yang membawa 18.000 kiloliter pertalite dan 2.500 kiloliter pertamax di Terminal Manggis.

Kemudian kapal tanker membawa total 26.200 kiloliter BBM yang datang pada Senin 12 Oktober, kemudian Rabu 14 Oktober dan dijadwalkan pada Jumat 16 Oktober di Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem.

Pengiriman ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memulihkan stok di SPBU yang mengalami kekosongan.

Pertamina mencatat konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari. Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan bahan bakar yang harus dipenuhi secara berkelanjutan, terutama ketika aktivitas transportasi, pariwisata, dan mobilitas warga tetap berlangsung.

Berdasarkan data per Maret 2026, total SPBU di Bali mencapai 214 unit, SPBU Nelayan ada empat unit, didukung pertashop (146), stasiun pengisian tabung elpiji (SPBE) subsidi (16) dan non subsidi (4).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles