35.3 C
Jakarta
Friday, October 23, 2026
spot_img

PDIP Buka Sekolah Partai untuk Umum, Bidik Gen Z Lewat Pendidikan Politik

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) mulai membuka akses Sekolah Partai kepada masyarakat luas melalui program Muda-Mudi Sekolah Partai PDI Perjuangan. Langkah ini ditujukan untuk mendekatkan generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), dengan pendidikan politik, sejarah perjuangan bangsa, serta nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan yang berlangsung di kompleks Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026), diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah kreator konten dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun. Sejumlah pengurus partai turut hadir, di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga MY Esti Wijayati, Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Yuke Yurike, Bendahara Umum Sekolah Partai Sigit K. Yunianto, serta Sekretaris Umum Sekolah Partai Nida Zidny Paradisa.

Program tersebut menjadi upaya partai untuk memperluas jangkauan pendidikan politik yang selama ini kerap dipersepsikan hanya diperuntukkan bagi kader internal.

Kepala Sekolah Partai PDIP, Komarudin Watubun, mengatakan pembukaan akses bagi masyarakat luas merupakan langkah untuk mengurangi kesan eksklusif terhadap lembaga pendidikan politik milik partai tersebut.

“Kalau selama ini terkesan Sekolah Partai itu elitis, untuk orang partai saja, untuk kelas tertentu, maka ketika saya menjadi kepala sekolah, kami mulai membuka diri agar jangkauannya lebih luas,” ujar Komarudin, sebagaimana diberitakan sejumlah media pada Rabu (21/10/2026).

Menurut Komarudin, keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik menjadi hal penting karena masa depan Indonesia berada di tangan generasi penerus.

Ia menilai, ketidaktertarikan anak muda terhadap politik dapat menjadi persoalan apabila membuat mereka tidak memahami sejarah bangsa dan proses penyelenggaraan negara.

“Karena kita sadar betul bahwa masa depan Indonesia itu ada di generasi muda. Jadi kalau sampai generasi mudanya tidak tertarik dengan politik, itu menjadi masalah serius,” ujar Komarudin.

Dia mengatakan, pemahaman terhadap Pancasila dan konstitusi menjadi bagian penting dalam pendidikan politik. Menurut Komarudin, generasi muda perlu memahami proses pembentukan kepemimpinan agar tidak menganggap jabatan publik dapat diraih tanpa persiapan dan pengalaman yang memadai.

“Di sana kita belajar bagaimana Pancasila, dasar negara, supaya jangan kita buat pelanggaran terhadap konstitusi, kan? Jadi kita sadarkan kepada generasi muda bahwa semua berproses, tidak ada yang jatuh dari langit. Supaya suatu ketika mereka jadi pejabat, mau jadi presiden, wakil presiden, harus siap, tidak bisa dipaksa. Nanti bikin rusak negara itu,” ucap dia.

Dia berharap langkah perluas jangkauan Sekolah Partai PDI-P ini, dapat menjadi langkah untuk lebih mendekatkan diri kepada generasi muda.

“Yang menjadi masalah kalau kita yang tua tetap bertahan, yang muda tetap apatis terhadap keadaannya. Ini yang kita lagi buka jalan untuk kita duduk sama-sama karena masa depan bangsa ini ada di tanganmu, bukan ada di tangan saya lagi,” kata Komarudin.

Komarudin mengingatkan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa. Karena itu, pemikiran Bung Karno perlu terus dipelajari dan dikontekstualisasikan dengan persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Karena yang paling penting itu bukan PDI Perjuangannya, tapi perjuangan Bung Karno dan Ibu Mega itu harus diwariskan kepada generasi penerus. Di situ ada nilai, ya. Perjuangan itu yang harus diteruskan,” ungkap Komarudin.

Lebih lanjut, Komarudin mengatakan generasi muda tidak harus langsung tertarik bergabung dengan PDI-P setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Terserah mereka kemudian tertarik masuk PDI Perjuangan itu tidak masalah. Tapi jangan sampai mereka sebagai bangsa tidak mengerti sejarah bangsanya sendiri, itu sebenarnya poinnya,” jelas Komarudin.

Sementara itu, Sekretaris Umum Sekolah Partai PDI Perjuangan, Nida Zidny Paradise, mengatakan kegiatan Muda-Mudi Sekolah Partai PDI Perjuangan menjadi langkah awal untuk memperluas fungsi pendidikan partai.

Nida menjelaskan, Sekolah Partai terbuka bagi siapa saja yang ingin hadir dan terlibat dalam kegiatan diskusi maupun pembelajaran.

“Pada prinsipnya, kami adalah satu rumah besar PDI Perjuangan. Jadi monggo, silakan siapa saja bisa datang, bisa hadir di sini, berkontribusi, berdiskusi, berkreasi, belajar bersama-sama di Rumah Besar PDI Perjuangan. Silakan,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles