31.5 C
Jakarta
Wednesday, October 28, 2026
spot_img

Wujudkan Jakarta Bersih, DLH Kerjasama dengan Petisi Brawijaya Sosialisasi Tangani Sampah

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Sampai saat ini sampah adalah masalah utama di Provinsi DKI Jakarta. Untuk mengatasi masalah tersebut, Gubernur Pramono Anung membuat Instruksi Gubernur (Ingub No.5 Tahun 2026).

Untuk menjalankan Instruksi Guberur (Ingub) No.5 Tahun 2026 itu, Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Timur mengadakan sosialisasi cara mengatasi sampah. Pengurus Petisi Brawijaya se Jakarta mengadakan sosialisasi cara penanganan sampah ini di Kantor DPP Petisi Brawijaya Nasional (PBN) Jln Haji Dahlan Duren Sawit Jakarta Timur Jumat (23/10/2026).

Nugroho yang didampingi Arif dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur menjelaskan, tentang tiga hal penting yang perlu diperhatikan di dalam Ingub Nomor 05 Tahun 2026, yaitu pemilahan, pengangkutan, dan pengolahan sampah.

Disampaikan Nugroho, pengelolaan sampah perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari pemilahan di sumber, pengumpulan, pengangkutan, hingga proses pengolahan akhir.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga pada kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak awal.

“Kalau kita berbicara mengenai alurnya, proses pertama dimulai dari sumber sampah, seperti rumah tangga, perkantoran, sekolah, pasar, dan kawasan usaha. Di tahap ini, masyarakat diharapkan sudah memilah sampah berdasarkan jenisnya, misalnya sampah organik, sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang, dan sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali melalui jalur pengolahan yang tersedia”, jelas Nugroho.

Dikatakan Nugroho, setelah sampah dipilah, tahap berikutnya adalah pengumpulan sesuai jenis sampah. Sampah organik dapat dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos atau produk turunan lainnya.

“Sedangkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dapat disalurkan melalui bank sampah, fasilitas daur ulang, atau pihak pengolah yang sesuai” tegas Nugroho dan menambahkan sampah residu perlu ditangani melalui jalur pengangkutan tersendiri menuju fasilitas pengelolaan atau pemrosesan akhir sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih jauh Nugroho menjelaskan, dari sisi pengangkutan, pihaknya melihat bahwa mekanisme pengangkutan sampah terpilah perlu diatur dengan baik. Artinya, sampah yang sudah dipisahkan oleh masyarakat harus tetap terjaga pemisahannya ketika dikumpulkan dan diangkut.

Nugroho yang sudah lama bergabung di Dinas Lingkungan Hidup ini menjelaskan koordinasi antara masyarakat, pengelola lingkungan, petugas pengangkut, serta pihak yang melakukan pengolahan sangatlah dibutuhkan koordinasi agar sampah tidak tercampur kembali dan dapat diproses sesuai jenisnya.

“Untuk mengatasi permasalahan sampah ini kami sangat mengharapkan kerja sama dengan semua pihak termasuk anggota Petisi Brawijaya Jakarta Timur. Karena saat ini Jakarta Timur adalah penyumbang sampah terbesar se Jakarta,” tegas Nugroho dan menambahkan pada tahun 2027, Gubernur Jawa Barat Dedi Muliadi yang sering dipanggil KDM, telah mengatakan akan membatasi sampah dari Jakarta ke Bantar Gebang.

Sementara itu, Sekretaris Petisi Brawijaya DKI Jakarta Ramli Barus,SE mengatakan siap bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatasi permasalahan sampah di Jakarta agar tercipta Jakarta Bersih.

“Kami akan mengadakan sosialisasi penanganan sampah ini disetiap wilayah DPC Jakarta dan sosialisasi kali ini dominan dihadiri oleh pengurus Petisi Brawijaya Jakarta Timur, karena diselenggarakan di Jakarta Timur, ” jelas Ramli Barus seraya memohon bantuan pihak Dinas Lingkungan Hidup jika Petisi Brawijaya mengadakan kegiatan tersebut.

Ketua Petisi Brawijaya Jakarta Timur Paramita mengucapkan banyak terimakasih atas bersedianya Sudin (Suku Dinas) Lingkungan Hidup Jakarta Timur mengajak kerjasama Petisi Brawijaya Jakarta Timur untuk mensosialisasikan penanganan sampah di Jakarta.

“Kami juga sudah membuat perencanaan sosialisasi penanganan sampah ini disetiap Kecamatan yang ada di Jakarta Timur,” jelas Paramita didampingi sekretaris Sanusi. (Rus)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles