25.1 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026
spot_img

Proyek Petrokimia Lotte Senilai Rp62 T di Cilegon Siap Diresmikan 6 November, Menko Airlangga: Simbol Kemitraan Indonesia–Korea

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Proyek petrokimia raksasa milik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, senilai USD3,9 miliar atau setara Rp62 triliun resmi memasuki tahap akhir pembangunan dan dijadwalkan diresmikan pada 6 November 2025.

Hal itu dibahas dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan CEO Lotte Chemical Corporation Young Jun Lee, di sela gelaran KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan pada Rabu (30/10).

Proyek bernama New Ethylene Project (LINE Project) ini menjadi salah satu investasi petrokimia terbesar di Indonesia,

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto menyebut proyek ini sebagai simbol kuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan di sektor industri hilir, sekaligus tonggak penting dalam memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional.

“Kami mengapresiasi komitmen Lotte Chemical yang berhasil merealisasikan proyek strategis ini tepat waktu sesuai rencana dan dengan standar keselamatan yang tinggi. Pabrik ini menjadi simbol kuatnya kemitraan ekonomi Indonesia–Korea, sekaligus tonggak penting dalam memperkuat kemandirian Industri Petrokimia Nasional,” ujar Menko Airlangga.

Airlangga menegaskan, kehadiran pabrik tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku industri dalam negeri, serta mendukung program substitusi impor.

Dengan beroperasinya proyek ini, ketergantungan terhadap produk impor akan berkurang secara signifikan, sehingga biaya produksi industri dapat turun dan harga produk turunan menjadi lebih stabil bagi konsumen.

Hasil produksi juga akan diarahkan untuk ekspor ke kawasan Asia Pasifik, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, dan meningkatkan daya saing produk petrokimia nasional.

“Dengan pabrik ini, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar, tetapi mitra strategis dalam rantai pasok global,” ujar Airlangga.

“Ke depan, kita ingin lebih banyak investasi berteknologi tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong transformasi ekonomi,” lanjutnya.

Langkah ini diharapkan memperkuat neraca perdagangan nasional, sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam mewujudkan ekonomi bernilai tambah dan berdaya saing global.

Airlangga juga menilai investasi Lotte Chemical sebagai contoh nyata transformasi ekonomi nasional, sejalan dengan agenda hilirisasi dan pengembangan ekonomi hijau.

Pemerintah, katanya, terus memperkuat ekosistem industri melalui kebijakan fiskal, infrastruktur logistik, serta kolaborasi riset dan pengembangan SDM lokal.

“Proyek Lotte Chemical menunjukkan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, tapi mitra strategis dalam rantai pasok global,” tegas Airlangga.

Airlangga juga menyoroti pentingnya peran Sovereign Wealth Fund Indonesia (Danantara) dalam mendukung pembiayaan investasi strategis, termasuk di sektor petrokimia, energi, dan infrastruktur teknologi tinggi.

“Danantara memiliki peran penting untuk memastikan proyek besar seperti ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi yang luas,” sambungnya.

Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap Indonesia dapat tampil sebagai mitra aktif dan kompetitif dalam pengembangan industri global.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles