27.9 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026
spot_img

Update! Jumlah Korban Tewas Banjir di Sumatera Sudah Mencapai 442 Orang, 402 Lain Masih Hilang

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menelan korban jiwa sebanyak 442 orang hingga Minggu, 30 November 2025. Selain itu, 402 orang masih dinyatakan hilang dan ribuan lainnya mengungsi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian. Termasuk mengirim tim pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

Data Korban Sumatera Utara

Dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara, Suharyanto menyampaikan, Sumatera Utara menjadi provinsi dengan korban terbanyak. Jumlah warga meninggal bertambah menjadi 217 jiwa setelah tim SAR gabungan menemukan sejumlah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Para korban tersebar di berbagai wilayah yang terdampak banjir bandang dan longsor, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, hingga Kepulauan Nias. Beberapa lokasi sempat terisolasi akibat akses jalan rusak atau tertutup material longsor.

Selain itu, 209 warga masih hilang berdasarkan laporan keluarga dan warga yang datang ke posko darurat. Laporan baru terus masuk seiring warga kembali ke daerah masing-masing atau menghubungi aparat setempat.

Pemerintah juga menangani ribuan pengungsi di sejumlah lokasi, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal. Para pengungsi ini membutuhkan logistik, air bersih, tenda, hingga layanan kesehatan untuk mencegah penyakit pascabencana.

Data Korban Aceh

Di Aceh, bencana serupa menimbulkan dampak luas di banyak kabupaten/kota. BNPB melaporkan 96 korban meninggal, sementara 75 warga belum ditemukan. Daerah terdampak meliputi Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, hingga Nagan Raya.

Jumlah pengungsi di provinsi ini mencapai sekitar 62.000 keluarga, sehingga distribusi bantuan menjadi tantangan besar. Banyak lokasi hanya dapat diakses menggunakan kendaraan taktis akibat kerusakan jalan dan longsor yang mengisolasi permukiman.

Data Korban Sumatera Barat

Di Sumatera Barat, banjir dan longsor menimbulkan kerusakan besar pada permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur. BNPB mencatat 129 warga meninggal dunia, 118 orang masih hilang, dan 16 warga mengalami luka-luka.

Wilayah terdampak mencakup Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, hingga Pesisir Selatan. Jumlah pengungsi mencapai 77.918 jiwa, banyak di antaranya membutuhkan bantuan mendesak berupa tempat tinggal sementara, makanan siap saji, obat-obatan, serta layanan pemulihan psikologis.

BNPB mengerahkan pesawat Caravan 208B dan helikopter Bell 505 untuk mendukung mobilisasi logistik, khususnya menuju wilayah yang masih tertutup akses darat. Proses mobilisasi helikopter tambahan juga sedang berjalan.

Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian para korban masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Presiden RI Prabowo Subianto juga telah meminta seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk menangani bencana di wilayah Sumatra tersebut.

Selain itu pada Senin (1/12) pagi ini, Prabowo terbang ke Tanah Andalas untuk meninjau langsung lokasi terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatra itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles