PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Penggusuran sepihak terhadap 30 PKL di depan Kampus Paska Sarjana UKI Jalan Diponegoro Jakarta rugikan masyarakat kecil saat ekonomi sedang sulit.
Sigit Bud, Ketua DPD Petisi Brawijaya Jakarta menanggapi penggusuran PKL di depan Kampus Paska Sarjana UKI oleh aparat gabungan Dishub dan Bina Marga pada 25 Nov 2025 lalu.
“Aksi sepihak aparat Pemkot Jakarta Pusat jelas merugikan PKL dan pembeli di kawasan itu, apalagi kehadiran PKL sangat membantu pengunjung RSCM dan sekolah-sekolah di sekitarnya”,ujar Ketua DPD Petisi DPD Petisi Brawijaya tersebut.
Menurut Ketua ormas yang dulu mendukung Pram-Doel pada Pilkada 2024 lalu, Gubernur harus mencarikan solusi masalah ini.
” Pramono Anung , Gubernur DKI Jakarta, jangan diam saja terhadap persoalan masyarakat kecil, jangan dirangkul saat kampanye ditinggal setelah terpilih”, tambah Sigit Bud.
Berdasarkan pantauan di lapangan ada 30-an PKL terdampak penggusuran sepihak, saat ini mereka berjualan di badan jalan Diponegoro, depan pintu masuk orang ke RSCM. Akibatnya penyempitan jalan, arus lalu lintas kendaraan terhambat pada saat jam-jam sibuk.




