PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 dengan mengumumkan 21 poin sikap politik strategis sebagai kompas perjuangan partai dalam menghadapi dinamika politik nasional dan global. Hasil rekomendasi itu dibacakan secara formal oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).
Rakernas I PDIP, yang berlangsung sejak 10 Januari lalu bersamaan dengan peringatan HUT ke-53 partai berlambang banteng moncong putih, menyusun rekomendasi yang menegaskan posisi politik partai sebagai kekuatan penyeimbang dalam sistem pemerintahan nasional.
Mengusung tema “Satyam Eva Jayate: Di sanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya,” dokumen ini menjadi kompas politik partai dalam menghadapi tantangan nasional maupun global.
Jamaluddin menegaskan landasan moral yang diambil partai dalam merumuskan rekomendasi tersebut.
“Kebenaran itu adalah kebenaran ideologis Pancasila; kebenaran konstitusional berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta kebenaran etika yang berpihak kepada Rakyat. PDI Perjuangan menempatkan etika-moral, keteladanan, dan kebenaran hakiki sebagai pandu perjuangan politik,” kata Jamaluddin Idham, saat membacakan rekomendasi.
Dalam poin rekomendasi, PDIP menegaskan dirinya sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan negara untuk menjaga demokrasi, keadilan dan kesejahteraan rakyat.
Sikap ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa partai politik harus bertindak secara kritis dan efektif dalam melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah tanpa membentuk oposisi nihil, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan konstitusi.
“Rakernas I Partai menegaskan posisi politik sebagai partai penyeimbang untuk mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, dan berorientasi pada sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat sesuai cita-cita kemerdekaan Indonesia,” Jamaluddin, saat membacakan rekomendasi.
Dalam 21 poin rekomendasi tersebut, PDIP tidak hanya memusatkan perhatian pada isu domestik seperti pilkada dan demokrasi, tetapi juga masalah geopolitik. Partai secara tegas menyatakan sikap untuk memperkokoh kedaulatan nasional, berdikari secara ekonomi, serta menolak segala bentuk dominasi dan tekanan kekuatan asing yang merugikan kepentingan nasional.
Selain itu, PDIP juga menyoroti pentingnya reformasi sistem politik dan hukum nasional, reformasi kelembagaan partai politik, serta perlindungan terhadap kebebasan pers dan partisipasi masyarakat sipil. Beberapa poin lain juga menekankan pentingnya penguatan fungsi checks and balances, perlindungan hak sipil, dan penegakan hukum yang adil serta independen.
Berikut adalah 21 poin Rekomendasi Eksternal Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026:
- Rakernas menegaskan untuk memperkokoh kedaultan politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagai pedoman utama dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan nasional.
- Mendesak pemerintah untuk tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk pelanggaran kedaulatan suatu negara merdeka dari intervensi asing, misalnya penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
- Peningkatan kualitas demokrasi Indonesia memerlukan pelaksanaan fungsi kontrol dan penyeimbang negara secara kritis dan efektif melalui pelembagaan dan pemberlakuan setara terhadap partai politik, reformasi sistem hukum, penguatan masyarakat sipil, kebebasan pers, dan perlindungan hak setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul.
- Menegaskan posisi politik sebagai partai penyeimbang untuk mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, dan berorientasi pada sebesa-besarnya kesejahteraan rakyat.
- Mendorong pemerintah untuk mencegah bencana ekologis dengan kebijakan tata ruang, penghentian deforestasi, dan penegakan hukum tegas terhadap kejahatan ekologis.
- Mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana dengan memperkuat sistem mitigasi bencana melalui penerapan teknologi yang terintegrasi, koordinasi dan sinergi kelembagaan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga penanganan pascabencana.
- Merekomendasikan pemerintah untuk mengimplementasikan secara konsisten dan terukur komitmen penurunan emisi sebagai disepakati dalam Kyoto Protocol guna mencegah peningkatan suhu bumi yang menyebabkan krisis iklim.
- Menegaskan “Merawat Pertiwi” merupakan sikap ideologis dan garis politik perjuangan partai untuk mengatasi krisis ekologis yang mengancam keselamatan rakyat dan masa depan bangsa.
- Meneguhkan politik kerakyatan yang berlandaskan gotong royong sebagai watak asli bangsa Indonesia. Keberpihakan pada rakyat marhaen, petani, nelayan, buruh, masyarakat adat, pekerja informal, pelaku UMKM, hingga rakyat miskin kota.
- Mendorong pemerintah memperkuat kemampuan produksi petani, nelayan, dan peternak sebagai pemenuhan kebutuhan pangan nasional sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan.
- Berkomitmen mendukung inisiatif masyarakat untuk membentuk badan usaha koperasi secara organik dan mandiri.
- Mendorong penguatan otonomi daerah dengan memastikan alokasi anggaran TKD yang adil, proporsional, dan sesuai dengan aturan perundang-undangan.
- Menegaskan komitmen seluruh jajaran tiga pilar partai untuk solid bergerak menjalankan program kerakyatan dengan meningkatkan keberpihakan kepada petani, nelayan, buruh, masyarakat adat, pekerja informal, dan seluruh lapisan masyarakat lainnya.
- Menegaskan pentingnya kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung, dan mendorong pelaksanaan pilkada yang berbiaya rendah antara lain dengan menerapkan sistem e-voting.
- Menegaskan pentingnya reformasi sistem politik nasional bersamaan dengan reformasi sistem hukum yang berkeadilan. Reformasi sistem politik dilakukan dengan mendorong sistem multi-partai sederhana.
- Menegaskan pentingnya ruang partisipasi generasi muda untuk berpolitik, berekspresi, berkreasi, berinovasi, dan berkolaborasi guna mengembangkan seluruh kapasitas kepemimpinannya bagi masa depan bangsa dan negara.
- Mendorong seluruh elemen bangsa untuk mencegah lahirnya otoritarian populis dengan menjaga cita-cita reformasi, khususnya dalam pelembagaan kedaulatan rakyat, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, penguatan peran pers yang bebas, serta perlindungan suara kritis masyarakat sipil dari kriminalisasi politik hukum.
- Mendesak pemerintah untuk segara menjalankan transformasi Polri melalui penguatan akuntabilitas politik yang substantif. Transformasi harus difokuskan pada pembersihan institusi dari anasir politik praktis, penghapusan dwifungsi jabatan sipil, serta realokasi anggaran demi kesejateraan personel Polri.
- Menegaskan pentingnya independensi penegak hukum, memperlihatkan kesejahteraan aparatur penegakan hukum, dan perbaikan norma hukum pidana yang multitafsir untuk memastikan proses penegakan hukum tidak dibajak kepentingan politik dan bisnis.
- Menegaskan pentingnya reformasi untuk menjadikan TNI sebagai tentara profesional yang teguh pada amanat reformasi 1998 dengan menjauhi politik praktis, serta mendorong pemerintah memperkuat mekanisme organisasi yang berbasis meritokrasi, senioritas, dan jenjang karir terukur guna menjaga soliditas TNI, serta menjaga loyalitas tunggal kepada konstitusi.
- Berkomitmen membangun pencegahan korupsi dan good goverment di internal partai yang meliputi pendidikan antikorupsi untuk seluruh kader partai, terutama yang menduduki jabatan publik.




