PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Genangan banjir masih menjadi kendala utama di Ruas Tol Sedyatmo arah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada pagi Selasa, 13 Januari 2026, sehingga arus lalu lintas dari dan menuju bandara mengalami perlambatan.
Kondisi ini juga berimbas pada mobilitas masyarakat, khususnya calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan udara dari bandara tersibuk di Indonesia tersebut.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat genangan air masih terjadi di beberapa titik ruas tol, terutama di sekitar Gerbang Tol Cengkareng hingga off ramp Rawa Bokor.
Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 10 hingga 15 sentimeter, sehingga kendaraan kecil pun masih dapat melintasi lokasi dengan catatan harus memperlambat laju.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, menyatakan bahwa genangan tersebut mempengaruhi kenyamanan dan kecepatan arus lalu lintas dari dan menuju Bandara Soetta.
“Situasi arus lalu lintas dari arah Soetta menuju ke Jakarta serta sebaliknya mengalami perlambatan akibat genangan air,” ujar Dhanar dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa.
Dia juga melaporkan kondisi genangan terkini pada Selasa (13/1), pukul 09.15 WIB, yaitu terdapat dua titik genangan di wilayah Jakarta.
“Km 31.4A ketinggian air 10-15 cm dan Keluaran Rawa Bokor ketinggian air 10-15 cm, masih dapat dilintasi kendaraan, termasuk sedan, namun melambat,” ungkap Dhanar.
Sementara itu, melalui unggahan X pada akun resmi @TMCPoldaMetro, pada pukul 10.15 WIB, terlihat genangan air setinggi 15 cm merendam ruas Tol Sedyatmo, tepatnya di Off Ramp Rawa Bokor.
“Situasi arus lalu lintas arah Bandara Soekarno-Hatta terpantau ramai cenderung padat imbas adanya genangan, diimbau bagi para pengendara agar berhati-hati bila melintas,” tulis akun tersebut.
Adapun banjir di tol tersebut merupakan imbas dari curah hujan tinggi yang terjadi sehari sebelumnya.
Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti, mengatakan genangan air masih sulit dialirkan karena Kali Prancis (Perancis) yang menjadi satu-satunya saluran pembuangan saat ini juga dalam kondisi meluap.
“Satu-satunya aliran pembuangan genangan yang terjadi saat ini adalah menuju Kali Perancis, namun karena kondisi Kali Perancis juga masih meluap, maka genangan agak sulit dialirkan,” ujar Ginanjar dalam keterangannya.
Untuk mempercepat penanganan, Jasa Marga mengerahkan delapan mesin pompa serta melakukan pengaturan lalu lintas bersama pihak Kepolisian. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane terkait penanganan luapan kali.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan agar memanfaatkan akses alternatif guna menghindari kepadatan, khususnya bagi pengendara yang hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pengguna jalan disarankan menggunakan Jalan Tol JORR 2 atau moda transportasi lainnya.




