25.4 C
Jakarta
Tuesday, February 24, 2026
spot_img

Utang Luar Negeri Indonesia Naik pada Kuartal IV-2025, Jadi Rp 7.271 Triliun

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada periode Kuartal IV 2025 tercatat mengalami kenaikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN mencapai US$ 431,7 miliar. Dengan asumsi US$ 1 sama dengan Rp 16.844 seperti kurs referensi BI tertanggal 13 Februari, maka ULN Indonesia berada di sekitar Rp 7.271,55 triliun. Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan utang luar negeri yang kembali meningkat setelah beberapa periode pertumbuhan lebih moderat.

Menurut data yang dirilis dalam laporan statistik terbaru, posisi ULN pada akhir Desember 2025 naik dari US$ 427,6 miliar atau naik 0,96% pada kuartal III 2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh utang pemerintah, sementara utang sektor swasta justru mengalami penurunan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perkembangan tersebut mencerminkan dinamika pembiayaan pemerintah dan swasta dalam memanfaatkan pinjaman luar negeri sebagai instrumen pembiayaan pembangunan.

“Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara [SBN] internasional,” jelas Denny dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Dia memastikan sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Berdasarkan sektornya, ULN pemerintah dimanfaatkan untuk Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1% dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,8%); Jasa Pendidikan (16,2%); Konstruksi (11,7%); hingga Transportasi dan Pergudangan (8,6%).

Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

ULN Pemerintah meningkat dari sekitar US$ 210,1 miliar menjadi US$ 214,3 miliar pada akhir kuartal IV 2025.

Sementara itu, ULN swasta menurun. Posisi ULN swasta tercatat sebesar USD192,8 miliar pada kuartal IV 2025, menurun dibandingkan dengan posisi kuartal III 2025 sebesar USD194,5 miliar.

Berdasarkan sektor ekonomi, pangsa ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9% terhadap total ULN swasta.

“ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3% terhadap total ULN swasta,” kata Denny.

Sejalan dengan itu, rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 29,9% per kuartal IV/2025, naik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 29,5%. Angka tersebut didominasi ULN jangka panjang sebesar 85,7% terhadap total ULN, menurun dari kuartal III/2025 sebesar 86,1%.

“Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tutup Denny.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles