24.3 C
Jakarta
Monday, February 23, 2026
spot_img

Jelang Teken Perjanjian Dagang, Prabowo Paparkan Fondasi Stabilitas Ekonomi RI di Hadapan Pebisnis AS

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menemui Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) bersama beberapa menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia pada Rabu waktu setempat saat mengawali agenda resmi di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Rabu pada Rabu, (18/2/2026) waktu setempat.

Presiden Prabowo tiba di Gedung Kamar Dagang AS sekitar pukul 16.49 waktu setempat, didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Selain itu, dari kalangan pengusaha, ada Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, dan Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.

Dalam pertemuan yang dikemas sebagai “Business Summit in Honor of HE Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia”, digelarnya penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on reciprocal trade/ART) yang juga menjadi salah satu agenda utama undang-undang Presiden Prabowo di Washington DC.Demikian mengutip Antara, Kamis (19/2/2026).

Prabowo menggarisbawahi tiga pilar utama yang menjadi kunci stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia: pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, konektivitas infrastruktur, dan transisi energi sebagai fondasi jangka panjang.

Pemerintah bertujuan mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di atas 5 persen dan akan terus meningkat, melalui kombinasi kebijakan fiskal yang kuat, dorongan investasi, serta mekanisme perlindungan sosial bagi masyarakat luas.

Salah satu strategi yang menjadi fokus utama pemerintah adalah penguatan ekonomi dari tingkat akar rumput atau masyarakat yang paling bawah.

Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan dapat dipertahankan dalam jangka panjang melalui pengelolaan sumber daya alam yang sehat dan berkelanjutan.

“Kita ingin memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan, tetapi kita juga perlu mengendalikan perekonomian dalam arti memastikan pemanfaatan sumber daya alam kita dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menambahkan, pemerintah menempatkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas sebagai prioritas. Ia mengaku masih terdapat pekerjaan rumah yang besar, terutama dalam peningkatan efisiensi logistik.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia akan membangun pelabuhan, bandara, dan jalan tol untuk meningkatkan efisiensi.

Selain itu, Presiden Prabowo juga memastikan transisi energi menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Pemerintah berkomitmen energi terbarukan, kendaraan listrik dan industri energi hijau.

“Kami berkomitmen pada energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri hijau, namun pendekatan kami sangat pragmatis,” imbuhnya.

Ia meyakini kolaborasi dan kompromi antara para pemimpin bangsa akan menciptakan iklim kepercayaan yang kuat bagi investasi.

“Saya belajar bahwa kerja sama, kolaborasi, dan kompromi pada akhirnya akan terbukti lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan bagi semua pihak,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, stabilitas politik, supremasi hukum, dan tata kelola pemerintah yang baik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor.

Dengan kombinasi stabilitas politik, penguatan investasi, konektivitas pembangunan, serta transisi energi yang terukur, pemerintah optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, saat ditemui sebelum pertemuan berlangsung, menjelaskan pertemuan itu menjadi kesempatan bagi komunitas usaha dua negara untuk memanfaatkan perjanjian timbal balik yang nantinya akan ditandatangani bersama-sama oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump Jr.

“Kita mengetahui trade (nilai perdagangan dua negara, red.) ini bagus, sudah 45 miliar dolar AS. Tujuan (ada perjanjian ART, red.) dibikin supaya lebih seimbang. Tentu ini akan memberikan banyak kesempatan bagi pengekspor Indonesia, terutama di bidang sepatu, tekstil, garmen, dan elektronik, juga bagi pengusaha Amerika di bidang kapas, gandum, dan juga kedelai,” ujar dia.

Lebih lanjut Anindya menyebutkan bahwa mempertimbangkan juga mempertimbangkan investasi apa yang bisa dibawa ke Indonesia, karena investasi akan sangat berarti untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga memanfaatkan momentum yang ada.

Pada kesempatan yang sama, Anindya menuturkan komunitas-komunitas usaha AS yang ditemui Presiden Prabowo, semuanya merupakan mitra Kadin Indonesia.

“Semua ini adalah mitra kerja sama dengan Kadin, di mana bulan Mei 2025 kita sudah tanda tangani (dokumen kerja sama, red.) dengan US Chamber (USCC, red.), US-ASEAN, dan juga (kami) punya hubungan panjang dengan USINDO,” ujar Anindya.

Sekadar informasi, Presiden Prabowo berencana menandatangani perjanjian dagang dengan Presiden Donald Trump dalam hukum kali ini. Prabowo dan Trump akan meneken dokumen final perundingan perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART) di forum mereka nanti.

Sejumlah poin negosiasi tersebut telah disepakati dan dibahas dalam proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting). Dalam kerangka kesepakatan itu, Indonesia telah berkomitmen untuk membebankan tarif masuk bagi sebagian besar produk asal Amerika Serikat.

Sedangkan AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Amerika juga berkomitmen memberikan tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao. Pengecualian tarif diberlakukan bagi produk-produk ekspor asal Indonesia yang tidak bisa diproduksi oleh AS.

Selain itu, Prabowo juga akan menghadiri sidang perdana Board of Peace (BoP) yang rencananya akan dilakukan pada Kamis (19/2/2026).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles