24.3 C
Jakarta
Monday, February 23, 2026
spot_img

BREAKING NEWS! Prabowo-Trump Akhirnya Teken Kesepakatan Dagang, Bea Masuk 19%

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, Kamis (19/2) waktu AS. Penandatanganan tersebut menetapkan tarif resiprokal 19 persen atas sebagian besar produk Indonesia yang diekspor ke pasar AS setelah proses negosiasi yang panjang antara kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perjanjian tarif dagang ini tertuang dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

“Ini telah di tandatangani secara bersama baik Presiden Prabowo dan Donald Trump,” kata Airlangga saat konferensi pers secara daring seusai acara penandatanganan, Jumat (20/2/2026).

Airlangga menjelaskan, salah satu isi perjanjian tarif dagang resiprokal itu ialah pembentukan Dewan Perdagangan atau Board of Trade yang akan menjadi lembaga penengah bagi kedua negara bila terjadi masalah perdagangan.

“Sehingga seluruh persoalan investasi dan perdagangan Indonesia-US nanti dibahas di Council of Trade apabila ada kenaikan terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca kedua negara,” paparnya.

Adapun poin besar kesepakatan tersebut mengungkapkan Indonesia menerima penurunan tarif impor Amerika Serikat sebesar 19% kepada produk-produk asal Indonesia, di antaranya ialah mencakup 1.819 pos tarif.

“Ini seperti product Indonesia, baik pertanian maupun industri minyak sawit, kopi, kakao, karet komponen elektronik, semi konduktor, pesawat terbang, ini tarifnya 0%,” tegas Airlangga.

Indonesia juga menghapus hambatan tarif secara preferensial pada lebih dari 99% produk AS yang masuk ke Tanah Air seperti gandum dan kedelai. Kebijakan ini dinilai menjaga stabilitas harga pangan domestik, termasuk bahan baku mi, tahu, dan tempe sehingga tidak menambah beban konsumen.

ART akan mulai berlaku 90 hari setelah proses hukum masing-masing negara rampung, termasuk konsultasi pemerintah Indonesia dengan DPR serta proses internal di Amerika Serikat.

Pemerintah menilai kesepakatan ini sebagai momentum baru hubungan ekonomi bilateral. Airlangga bahkan menyebut ART sebagai bagian dari “new golden age” kerja sama Indonesia-AS yang diharapkan mendorong perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi kedua negara, serta berkontribusi pada kemakmuran global.

Sementara itu, Gedung Putih menyatakan kedua kepala negara berkomitmen menindaklanjuti perjanjian perdagangan resiprokal. Keduanya juga menegaskan komitmen kuat untuk memastikan pelaksanaan penuh dari kesepakatan besar tersebut.

Seperti diketahui, mulanya pada 2 April 2025, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif timbal balik atau resiprokal kepada seluruh negara mitra dagangnya.

Sebagai salah satu negara mitra dagang, Indonesia pada awalnya dikenakan tarif sebesar 32%. Namun, hingga 22 Juli 2025, pihak Gedung Putih mengumumkan lembar fakta kesepakatan bahwa “Indonesia akan membayar tarif timbal balik kepada Amerika Serikat sebesar 19%.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles