30.1 C
Jakarta
Thursday, February 26, 2026
spot_img

Menu MBG Ramadan Banyak Dikritik, BGN Buka-bukaan soal Anggaran: “Dana yang Ditetapkan 8 Ribu – 10 Ribu Rupiah per Porsi”

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) angkat suara menyusul ramainya perbincangan dan kritik publik terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan yang dinilai “menyimpang” dari ketentuan anggaran per porsi. Kritik terutama muncul di media sosial dan sejumlah unggahan yang mempertanyakan apakah menu yang diterima sesuai dengan besaran anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menyebutkan bahwa anggaran bahan baku makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditetapkan sebesar Rp8.000-Rp10.000 per porsi bukan Rp15.000.

“Jadi, kami ingatkan kembali anggaran bahan makanan untuk balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1-3 itu sebesar Rp 8.000 per porsi. Sementara, untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp 10.000 per porsi,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan besaran anggaran Rp13.000 untuk balita hingga kelas 3 SD serta Rp15.000 untuk anak kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui tidak sepenuhnya digunakan untuk bahan baku makanan. Sebagian anggaran tersebut dialokasikan untuk kebutuhan operasional serta insentif bagi Yayasan atau mitra pelaksana.

Selain untuk bahan baku makanan, katanya, anggaran MBG juga mencakup biaya operasional sebesar Rp3.000 per porsi. Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pendukung, antara lain pembayaran listri, internet atau telepon, gas, air, insentif relawan pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta insentif guru yang membagikan MBG.

Bukan hanya itu, biaya operasional juga digunakan untuk insentif kendaraan, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan relawan, insentif kader posyandu yang mendistribusikan makanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, pembelian alat pelindung diri dan kebutuhan kebersihan, pembayaran bahan bakar minyak mobil MBG, serta operasional kepala SPPG beserta tim.

Kemudian terdapat pula alokasi anggaran sebesar Rp2.000 per porsi yang digunakan untuk sewa lahan dan bangunan, meliputi dapur, empat gudang, dua kamar mes, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), filterisasi air, serta sewa peralatan masak modern, mulai dari penanak nasi, pemanas cuci ompreng, kompor, kulkas, pendingin untuk bahan baku, panci, hingga sewa ompreng.

Dalam petunjuk teknis (juknis) BGN terbaru nomor 401.1, anggaran sebesar Rp2.000 per porsi tersebut dikategorikan sebagai insentif fasilitas SPPG yang disediakan oleh mitra sebesar Rp6 juta per hari, dengan asumsi setiap SPPG melayani 3.000 penerima manfaat.

Namun demikian, BGN tetap terbuka terhadap masukan maupun pelaporan apabila terdapat indikasi menu MBG yang dinilai kurang dari alokasi anggaran yang telah ditetapkan.

“Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur pengawasan yang berlaku, guna memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan,” terang Nanik.

Sebelumnya ramai orang tua murid yang mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan di media sosial. Menu yang dibagikan untuk konsumsi dua hari ini dinilai terlalu sederhana dan belum mencerminkan standar gizi yang diharapkan.

Keluhan ini disampaikan salah seorang orang tua berdomisil di Kota Palembang, yang mengaku kecewa dengan isi paket yang diterima anaknya, yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar (SD).

“Menu untuk hari ini, ada telur puyuh, roti, kurma dan roti. Kalau menu MBG kemarin isinya telur rebus, susu full cream 200 ml, pisang putri dan bubur kacang hijau. Ini kira-kira sesuai tidak ya untuk program makan bergizi ,”ujarnya.

Ia mempertanyakan kecukupan asupan tersebut untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekolah, terlebih program MBG digadang-gadang sebagai upaya peningkatan kualitas gizi.

“Kami ingin tahu sebenarnya anggaran per anak itu berapa. Kalau isinya seperti ini, rasanya jauh dari yang dibayangkan masyarakat,” katanya

Hal senada juga disampaikan orang tua lainnya, juga menyampaikan keluhan serupa terkait MBG versi ramadan ini

Ia mengaku anaknya menerima menu yang menurutnya sangat tak sejalan dengan program. “Anak saya cuma dapat jagung, dan telur susu.

Kami tidak menolak programnya, tapi berharap menunya lebih diperhatikan,”ujaarnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles