PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kabar membanggakan datang dari sektor transportasi udara Indonesia. Dua bandara utama nasional yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, berhasil masuk dalam daftar 100 bandara terbaik dunia 2026 versi lembaga pemeringkat global Skytrax.
Dalam daftar World’s Top 100 Airports 2026, Bandara Soekarno-Hatta menempati peringkat ke-22 dunia, sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai berada di peringkat ke-67 dunia. Peringkat tersebut diumumkan dalam ajang World Airport Awards 2026 yang digelar di London, Inggris, Rabu (18/3/2026).
Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan peningkatan signifikan dengan naik tiga peringkat dari posisi ke-25 pada 2025 menjadi ke-22 dunia pada tahun ini. Tren positif ini juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di mana bandara utama Indonesia tersebut terus memperbaiki posisinya dari peringkat ke-28 pada 2024.
Selain masuk dalam World’s Top 100 Airports 2026, Bandara Soekarno-Hatta juga naik peringkat dalam daftar bandara terbaik Asia dari posisi ke-9 menjadi ke-8. Pada kategori Best Airport 2026 untuk kapasitas 60–70 juta penumpang, bandara ini berada di peringkat ke-2, naik dari posisi ke-3.
Bandara Soekarno-Hatta juga masuk dalam 10 besar kategori Best Airport Staff in Asia 2026 dan World’s Best Immigration Service 2026.
Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menunjukkan kinerja positif dengan naik lima peringkat dari posisi ke-72 pada 2025 menjadi ke-67 dunia pada 2026.
Kenaikan ini didorong oleh peningkatan fasilitas dan layanan, termasuk optimalisasi akses bandara, penambahan fasilitas publik, serta pengembangan area terminal yang lebih nyaman bagi penumpang.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan kemajuan yang signifikan di tengah persaingan global dalam industri bandar udara.
“Pencapaian dua bandara tersibuk di Indonesia ini tidak lepas dari program transformasi yang terus kami jalankan sejak tahun 2024 untuk melayani sepenuh hati dan menghadirkan layanan berstandar global. Transformasi berjalan baik berkat dukungan regulator dan seluruh pemangku kepentingan strategis termasuk pengguna jasa bandara. Kami berkomitmen menjadikan bandara sebagai wajah kebanggaan bangsa,” terangnya melalui siaran pers, Kamis (19/3/2026).
Transformasi yang dilakukan mencakup peningkatan infrastruktur dan fasilitas. Serta penguatan kolaboroasi antara pemangku kepentingan serta peningkatan kualitas layanan sumber daya manusia untuk menghadirkan pengalaman perjalanan kelas dunia.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan, peningkatan ini menunjukan konsistensi perbaikan layanan yang berjalan di jalur yang tepat.
“Transformasi ini memperkuat budaya customer – centric sehingga layanan menjadi lebih proaktif dan prediktif,” katanya.
Sebagai informasi, World Airport Awards yang digelar Skytrax merupakan ajang prestisius di industri kebandarudaraan global. Penilaian dilakukan antara lain melalui World Airport Survey terhadap penumpang pesawat dan pengguna jasa bandara dari lebih dari 100 negara.
Survei dilakukan pada Agustus 2025 hingga Februari 2026, untuk mengevaluasi customer experience terhadap layanan bandara, mulai dari check in, kedatangan, transit, area komersial, keamanan / imigrasi hingga gate keberangkatan.
Melalui program transformasi ini, InJourney Airports menargetkan Bandara Soekarno-Hatta masuk 10 besar dunia pada 2029. Pada tahun yang sama, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai juga ditargetkan meraih Airport Council International Customer Experience Accreditation Level 5.




