27.1 C
Jakarta
Wednesday, May 6, 2026
spot_img

BGN Klaim Banyak Hoaks soal MBG di Medsos, Tegaskan Tak Sesuai Fakta di Lapangan

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan maraknya informasi tidak benar atau hoaks terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beredar di media sosial. BGN menegaskan, berbagai klaim yang beredar tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dalam keterangannya, BGN menyebut sejumlah informasi viral di media sosial kerap menyesatkan dan menimbulkan persepsi negatif terhadap pelaksanaan program MBG. Padahal, menurut lembaga tersebut, implementasi program di berbagai daerah berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

BGN juga menyoroti beberapa isu yang ramai diperbincangkan publik, mulai dari tudingan kualitas makanan yang buruk hingga klaim anggaran yang dinilai tidak masuk akal.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati menuturkan, penyebaran hoaks berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik apabila tidak segera diantisipasi dengan komunikasi resmi yang terstruktur dan masif.

“Kami melihat masih adanya informasi yang tidak sesuai fakta di lapangan,” ujar Hida, dalam rangka kunjungan dinas BGN ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulut, dikutip dari siaran pers, Jumat (24/4/2026).

Menurut Hida, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting agar informasi terkait program dapat tersampaikan secara akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Tanpa sinergi yang baik, risiko misinformasi dinilai akan semakin besar.

“Karena itu penguatan diseminasi informasi menjadi sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur dia.

Hida mengatakan, BGN selama ini telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di tingkat pusat.

Bersama Komdigi, BGN melakukan penguatan literasi publik serta pendampingan hukum apabila terjadi permasalahan dalam implementasi program di lapangan.

“Kami tidak hanya fokus pada pelaksanaan program, tetapi juga memastikan ekosistem informasinya sehat dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat,” ucap dia.

Selain itu, BGN juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan satuan tugas (satgas) di daerah.

Hida menambahkan, BGN bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong percepatan kinerja satgas MBG di berbagai daerah. Peran aktif daerah dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan sosialisasi program.

“Harapan kami, seluruh daerah dapat menjadi mitra aktif dalam mendukung sosialisasi Program MBG. Dengan komunikasi yang kuat dan satu pintu informasi, kita bisa meminimalkan disinformasi di masyarakat,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles